Mencetak Karakter Anak yang Cinta Tanah Air, PALAPAS Ekspedisi Sumpah Pemuda di Gunung Gede

oleh

Pecinta Alam SMA Pasundan Dua (PALAPAS) melaksanakan pendakian ekspedisi ke Gunung Gede pangrango Sabtu (28/10). PALAPAS diikuti 29 orang pengurus serta sebagian seniornya melakukan pendakian tersebut dalam rangka HUT organisasi pecinta alam itu yang ke-18. Ekspedisi yang dilaksanakan bertepatan dengan peringatan sumpah pemuda itu juga, diwarnai oleh ikrar sumpah pemuda pengurus PALAPAS dengan di atas puncak gunung.

LAPORAN : EKY RIZKY

Sekitar 29 orang yang terdiri dari 18 orang pengurus PALAPAS (siswa SMA Pasundan Dua Cianjur), dan 11 seniornya melangkahkan kaki menuju puncak gunung Gede-Pangrango. Berbekal ilmu pengetahuan bertahan hidup di hutan, mereka berangkat dari kaki gunung menuju puncak, untuk beberapa tujuan.

Selain memperingati hut ke 18 organisasinya, mereka juga melaksanakan kegiatan bakti sosial (Baksos) berupa operasi semut dari puncak gunung, hingga ke kaki. Usai melakukan pendakian dan ikrar sumpah pemuda, puluhan anggota PALAPAS tersebut memunguti sampah yang terdapat di sepanjang jalur pendakian.

Kepala Sekolah SMA Pasundan Dua Cianjur, juga selaku pembina PALAPAS, Yayan Solihin Spd MM mengungkapkan, kegiatan pendakian tersebut dilaksanakannya semata-mata untuk mengajarkan kedisiplinan dan jiwa korsa terhadap siswa-siswinya. Dari hal tersebut ia juga menanamkan pembentukan karakter bagi tumbuh kembang anak di usia remaja.

“Melalui serangkaian kegiatan itu, kami berharap prinsip-prinsip yang terdapat di dalam organisasi bisa terimplementasikan terhadap karakter anak,” ungkapnya.

Menurutnya, rangkaian HUT PALAPAS yang ke 18 itu belum berakhir. Melainkan akan diadakan puncak acara yang akan dilaksanakan pada Minggu (5/11). Puncak acara kata Yayan, akan dimeriahkan oleh kilas balik perjalanan dan pencapaian PALAPAs selama 18 tahun.

“Karena palapas organisasi pecinta alam yang basisnya  di sekolah, sehingga pengurusnya pelajar.

Keanggotaannya seumur hidup, jadi senior pun yang sudah meninggalkan sekolah masih terlibat dalam organisasi. Kemanfaaatan untuk sekolah adalah tempat atau wadah pembentukan karakter bagi anak,” paparnya.

Sambung Yayan, tradisi-tradisi dalam organisasi  pun dirasa sangat bermanfaat bagi keanggotaan pengurus. Seperti salah satunya uang kas.

“Contohnya tradisi uang kas. Hal itu sangat bermanfaat sekali bagi anggota pengurus yang kebetulan saat dilaksanakan latihan tidak memiliki uang,” jelasnya.

Lewat PALAPAS, dikatakan Yayan, sangat bisa menjadi wadah penjalinan tali persaudaraan yang erat. Sebab anggotanya diajarkan soal kebersamaan,  disiplin, dan tanggungjawab..

“Persaudaraan, empati, dan simpati sangat ditanamkan. PALAPAS luar biasa betul-betul untuk mempersiapkan masa depan anak,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco