Tatap Laga Penuh Gengsi, Persib Tanpa Persiapan Khusus

oleh

BANDUNG, waktunews.com – Bentrokan Persib dan Persija selalu menarik atensi publik sebab kedua tim punya sejarah rivalitas. Tapi hal itu tak lantas jadi acuan staf pelatih untuk membuat persiapan secara spesial.

Laga melawan Macan Kemayoran pun disebut Herrie Setyawan sama dengan duel-duel lainnya di kompetisi kasta tertinggi tanah air.

“Persiapan sih berjalan aja kita cuma menjaga kebugaran pemain. Karena kita tahu Jadwal yang sangat padat jadi kita maksimalkan mepetnya persiapan,” jelas asisten pelatih Persib itu pada sesi wawancara di Mes Persib, Selasa (31/10).

Tiga hari jelang laga, Herrie pun mencoba menaikan menu program latihan anak asuhnya. Tujuannya untuk membentuk kekuatan pemain dan mematangkan sentuhan bermain anak asuhnya. Selain itu skuat asuhannya juga diberi simulasi serangan individu untuk mengasah ketajaman mereka dalam memanfaatkan celah di pertahanan lawan.

“Intensitas kita terus naikan dengan bola dan juga power, untuk menjaga kondisi mereka dan kita pun ada situasi satu lawan satu juga tadi,” terang asisten pelatih yang akrab disapa Jose itu.

Ditanya soal kondisi anak asuhnya, Atep masih belum pulih total dari cedera paha dan belum dipastikan nasibnya. Di sesi latihan pagi tadi juga Shohei Matsunaga absen latihan namun dia tak ada masalah soal kondisi. Dia absen karena mengurus administrasi.

“Hanya Atep yang cedera kalau Shohei dia urus visa tadi jadi ga ikut latihan. Semua pemain siap dan kemungkinan Atep (ga main),” tukasnya.

El-Clasico Kerap Imbang, Bow Ingin Keluar Sebagai Pemenang

Perseteruan dua klub besar Persija Jakarta dan Persib Bandung selalu dinanti ribuan pasang mata pecinta sepakbola Indonesia. Rivalitas dua kubu suporter kerap terjadi bentrok atau insiden yang menggenaskan hingga menjatuhkan korban jiwa.

Tensi tinggi baik di dalam maupun luar lapangan dan menyedot masa besar membuat bentrok dua klub ini dilabeli el-classico Indonesia. Namun, pembesaran topik dua tim jelang bertemu akhir-akhir ini selalu dijawab dengan hasil seri.

Walau terhibur dengan aksi memukau permainan kedua tim, namun tak akan terasa lengkap jika laga berkesudahan minim gol atau hingga tanpa gol. Dalam 6 pertandingan terakhir, el-classico Indonesia selalu berakhiran imbang. Bahkan sempat membosankan kala kedua tim terus bermain dengan skor kacamata di empat pertemuan berturut-turut sebelum di pecahkan musim ini, pada partai Liga 1 2017 di Gelora Bandung Lautan Api.

Gol Achmad Jufriyanto dibalas gol Ramdhani Lestaluhu. Sulitnya Persib menang dari Persija–sejak terakhir diraih tahun 2013–ingin coba dipecahkan Febri Hariyadi, salah satu winger muda andalan Maung Bandung. Skuat arahan Emral Abus cs. ingin memberikan kemenangan dalam duel el-classico Jumat (3/11/2017) ini di Stadion Manahan Solo dalam lanjutan Liga 1.

“Ya mudah-mudahan, semua pemain ingin beri yang terbaik, kita harap, kita bisa menghasilkan tiga poin pada pertemuan lawan Persija kali ini,” tekad pemain yang biasa disapa Bow itu.

Persib tampaknya akan dibuat sulit memenangkan laga itu, selain bertindak sebagai tamu yang bakal mendapat tekanan Jakmania, secara moril Persija datang sebagai klub yang kompetitif bersaing di papan atas kompetisi. Berbanding dengan Persib yang sedang berada dalam mimpi buruk pada musim ini. Kemenangan Persib pekan lalu atas Mitra Kukar (3-1), adalah modal satu-satunya untuk punya motivasi nanti.

Bow tak ingin timnya kembali tersungkur usai bangkit dari puasa kemenangan 8 laga sebelumnya. “Hasil kemarin (vs Mitra Kukar), kita jadi punya modal, mudah-mudahan kita bisa melanjutkan tren positif itu,” ujarnya. Ricky/Net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco