Membuat Terobosan Baru, Gapoktan Mujagi Siap Pasok 4500 Ton Bawang Putih

oleh

Gapoktan Mujagi siap mensuplai komoditi bawang putih ke sebuah persahaan di Jakarta pada tahun 2018. Selama ini Gapoktan Mujagi telah mensuplai cabe merah ke berbagai perusahaan di Jakarta dengan adanya terobosan baru ini bisa mensejaterakan para petani.

PACET, waktunews.com – Gabungan Kelompok Tani Multi Jaya Giri (Gapoktan Mujagi) yang beralamat di Kampung Pasir Cina, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet kembali membuat terobosan bisnis baru yakni bawang putih selain komoditi cabai untuk menyuplai sebuah perusahaan di tahun 2018 nanti.

Komoditi baru bawang putih yang sedang dicoba dikembangkan rencananya akan ditanam di lahan seluas 37,5 hektar dikawasan Pacet dan Kecamatan Cugenang.

Sehari setelah menerima kunjungan Dirjen Holtikultura Dr. Ir. Spudnik Sujono yang sengaja menengoknya, Ketua Gapoktan Mujagi Suhendar menjelaskan bahwa perjanjian kerjasama dengan salah satu perusahaan besar asal Ibu Kota Jakarta untuk memasok bawang putih belumlah mencapai kata sepakat.

“Soal harga yang belum final,” katanya.

Suhendar lalu memaparkan keberadaan Dirjen Holtikultura pada Kementrian Pertanian di kawasan lahan Gapoktan Mujagi tanggal 29 Oktober lalu, dalam hal perjanjian komoditas bawang putih, hanya memberikan arahan supaya sesuai dengan peraturan perundang-undangan saja.

“Beliau sering datang untuk ngontrol ketersedian cabai yang jadi andalan Gapoktan Mujagi,” paparnya.

Sedangkan lanjut Suhendar, kembali pada persoalan perjanjian kerjasama, untuk besaran volume sebesar 4.500 ton sesuai dengan isi perjanjian dengan importir, pada waktu tanam bulan Januari 2018 nanti masih bisa sanggupi.

“Sekarang saja, sebagai penjajagan sudah kami tanam dilahan milik Gapoktan Mujagi dulu,” tuturnya.

Suhendar meyakinkan bahwa produksi bawang putih dikawasan Pacet, khususnya di Kampung Pasir Cina kemungkinan besarnya bisa menjadi salah satu andalan juga dari Kabupaten Cianjur. Hal ini karena dalam uji coba dilahan ratusan meter, penanaman bibit bawang putih yang dilakukannya terlihat hasilnya sukses.

“Masa tanam 75 hari saja, bagian umbi bawang putihnya sudah besar. Cocok iklimnya,” terangnya sumringah.

Suhendar, yang sudah melanglang buana ke Jepang dan Uzbekistan karena keahliannya dalam bertani ini memaparkan, surat perjanjian kerjasamanya dengan pihak perusahaan importir sebenarnya sudah ditandatangani sejak tanggal 4 Agustus 2017 lalu di Jakarta.

“Bila menyangkut harga sudah oke, kita tinggal jalan saja,” tukas

Suhendar menjamin penyediaan lahan yang 37,5 itu sudah siap pakai atau siap tanam. Lokasinya, sebagian ditanam dilahan milik para anggota Gapoktan Mujagi, dan sebagiannya lagi kerjasama dengan pihak PTPN VIII.

“Soal ini sudah tidak ada masalah,” akunya.

Menurut Suhendar, terjalinnya kerjasama dengan pihak ke tiga ini akan lebih mensejahterakan seluruh komponen yang terlibat dalam Gapoktan Mujagi.

“Selain dari hasil cabai yang sudah jadi ciri khas, kami juga bisa menambah pendapatan dari bawang putih nantinya,” ungkapnya.

Dirinya hanya berharap, saat kesepakatan sudah tercapai, Allah Yang Maha Pengasih tidak memberikan cobaan dengan cuaca buruk. Karena komoditas pertanian apapun, bila sudah dihadapkan dengan cuaca, maka jawabannya hanya angkat tangan.

“Makanya, 95% kaum petani itu religius,” pungkasnya sambil tersenyum. Ruslan Ependi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco