Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Dengan Elemen Masyarakat

oleh

Panwaslu melakukan sosialaisi partisipasif dalam menghadapi Pilgub Jabar 2012, dengan sisialisasi diharapkan agar semua elemen masyarakat Kabupaten Cianjur dan semua pihak yang ikut terlibat turut berpartisipatif dalam pelaksanaannya

CIPANAS, waktunews.com – Sosialisasi dan bimbingan teknis pengawasan dalam pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2018, di hotel Sangga Buana Cipanas, Rabu (1/11) kemarin, dihadiri oleh sahabat media, Karang Taruna Kabupaten, Ormas, LSM, OKP, NU, dan mahasiswa. Harapan dari sosialisasi ini agar semua elemen masyarakat Kabupaten Cianjur dan semua pihak yang ikut terlibat turut berpartisipatif dalam pelaksanaannya.
Selain itu masyarakat juga harus aktif dalam hal pengawasan, jadi bukan hanya penyelenggara pemilu sekabupaten Cianjur dan jajaran ke bawahnya saja, tapi masyarakat juga harus turun langsung berkontribusi positif dalam hal ini. Pengawasan yang sifatnya aktif guna mencegah terjadinya pelanggaran oleh peserta pemilu.
Narasumber dari Bawaslu Jawa Barat divisi Kasubag divisi penindakan pelanggaran dan dari Kabupaten dari divisi penindakan pelanggaran serta dari kasat Intel Polres Cianjur dan kasi Intel Kejaksaan.
Di hambau agar peserta yang hadir aktif dalam pengawasan dan bisa memberikan sosialisasi ataupun implementasi kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Cianjur. Berhubung panitia tidak mengundang semua elemen masyarakat di Kabupaten Cianjur, karena keterbatasan letak geografisnya, tapi pada intinya yang kami undang pada hari ini, bisa menularkan kepada pihak-pihak lain yang tidak kami undang. Harus diketahui juga bahwa, kegiatan pengawasan fartisipatif ini sifatnya pengawasan yang kita buat dan di selenggarakan supaya masyarakat dapat ikut serta dalam pengawasan pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur nanti.
Asep Tandang Suparman SE kepada media menyampaikan, untuk proses pengawasan kedepannya, setelah pembentukan panwas dengan kecamatan akan membuat pengawas pemilu di tingkat desa dan kelurahan, serta nanti pas hari H akan membentuk pengawas TPS sejumlah 3921. “Jadi mudah-mudahan dengan komposisi pengawas penyelenggara pemilu di Kabupaten Cianjur bisa optimal dengan bantuan masyarakat. Terkait dengan teknis pelaporannya nanti masyarakat kita dorong, supaya berpartisipasi jika ada hal yang terindikasi pelanggaran masyarakat bisa langsung melaporkannya, baik ke pengawas tingkat desa ataupun Kabupaten”, katanya.
Ia juga mengharapkan, masyarakat bisa mengetahui di mana titik rawan dan bagaimana cara menindak lanjuti kecurangan-kecurangan saat pemilu nanti. “Kami perwakilan salah satu ormas, siap membantu mengawasi berlangsungnya pelaksanaan pemilihan umum, karena kami pun tidak mau di curangi, jadi kami bersama masyarakat ada di belakang bawaslu untuk mensukseskan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 2018 nanti,” kata Riki. Ruslan Ependi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco