Sanksi Menanti Penerobos Perlintasan Kereta Api, Pidana Tiga Bulan Atau Denda 750 Ribu

oleh
BERHENTI: Seorang pengendara sepeda motor berhenti melebihi palang pintu di perlintasan Pasirhayam Kecamatan Cilaku sesaat sebelum KA Siliwangi melintas, beberapa waktu lalu.

CIANJUR, waktunews.com – Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung, Joni Martinus, mengungkapkan keprihatinannya atas prilaku sejumlah masyarakat yang masih menerobos perlintasan kereta api. Menurutnya, hal tersebut sangat berbahaya dan bisa mengakibatkan kecelakaan serius bahkan kematian.

Joni mengungkapkan bahwa setiap masyarakat yang menerobos perlintasan kereta maka mereka sudah melakukan pelanggaran undang-undang lalu lintas dan bisa terkena sanksi.

Berdasarkan UU No.22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada pasal 114 disebutkan bahwa pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, dan palang pintu kereta sudah ditutup dan atau  ada  isyarat  lain.

“Selain itu berdasarkan pasal tersebut, pengemudi kendaraan pun wajib mendahulukan kereta api dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu yang melintasi rel. Apabila masyarakat melanggarnya, maka akan dikenakan sanksi sesuai pasal 296 UU  no.22 thn. 2009  dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 750.000,” ujarnya kepada Harian Waktu, kemarin (8/11).

Menurut Joni, ada tigal hal yang bisa menjadi solusi untuk mencegah penerobosan di perlintasan kereta api. Pertama solusi hukum untuk memberikan efek jera kepada masyarakat yang melanggar. Menurutnya, jika memang sanksinya sudah jelas dalam undang-undang, maka para pelanggar bisa ditindak oleh aparat kepolisian sebagaimana tindakan kepada pelanggar lalu lintas.

“Iya bisa saja mereka ditilang, kan sanksinya sudah jelas di undang-undang lalu lintas dan angkutan jalan raya itu. Ini perlu untuk memberikan efek jera kepada para pelanggar di perlintasan kereta api,” ungkapnya.

Kedua adalah solusi infrastruktur sesuai pasal 91 dan 94 UU 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian yaitu dengan membuat perpotongan jalur kereta api menjadi tidak sebidang. Misalnya dengan membuat flyover atau underpass. Atau untuk langkah cepat, pemerintah atau pemerintah daerah bisa segera menutup perlintasan sebidang tanpa izin

Ketiga adalah solusi budaya di mana masyarakat harus berperan aktif saling mengingatkan untuk tidak melanggar perlintasan kereta api. “Namun solusi ketiga ini akan semakin efektif bila didukung solusi hokum, sehingga mampu mengubah budaya masyarakat dalam berlalu lintas di perlintasan sebidang,” tambahnya.

Senada dengan Fauzi, pengurus Komunitas Railfans Cianjur. Dia pun mengaku prihatin dengan banyaknya pelanggar lalu lintas di perlintasan kereta api.

“Sering saya lihat misalnya di perlintasan Pasirhayam. Ada saja pengendara sepeda motor yang nerobos, padahal pintu sudah mulai  ditutup dan sirine dinyalakan,” ujarnya.

Maka dari itu, dia berharap agar seluruh pengendara menaati aturan dengan membiarkan kereta api melintas terlebih dahulu. “Lebih baik nunggu beberapa menit daripada nerobos yang akhirnya bisa menimbulkan kecelakaan,” tandasnya. M Reza Fauzie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco