arum Gaharu Yang Bisa Laku tanpa Terluka

oleh

Bojongpicung, waktunews.com – Budidaya bibit pohon gaharu yang terdapat di Kampung Cikeleng Desa Cibarengkok Kecamatan Bojongpicung mampu menembus pasar manca negara (9/11)

Pohon Gaharu yang bernilai jual tinggi tersebut tidak diambil getahnya sebagai komoditi utama. Hal itu karena iklim di kampung Cikeleng Desa Cibarengkok hanya cocok untuk pembibitan saja. Bukan untuk pembesaran yang disertai produksi getah. dengan harga getah 20 juta rupiah untuk setiap satu kilogramnya

Penanaman pohon gaharu pertama kali diarea hutan pribadi seluas 8 hektar tersebut dilakukan sejak tahun 1998 lalu oleh seorang tokoh masyarakat N Jaojah yang akrab disapa Aa oleh masyarakat setempat.

“Dari 8 hektar area hutan, kira – kira 2 hektarnya adalah pohon gaharu,” katanya.

Aa menceritakan awal mula dirinya membawa beberapa bibit pohon gaharu dari Kalimantan untuk ditanam hutan Cikeleng. Setiap dirinya berangkat kesana, pulangnya pasti membawa bibit pohon gaharu lalu ditanam. Begitu juga saat dirinya ke Nusa Tenggara Timur, pulangnya membawa bibit pohon Cendana.

“Aa mah suka dengan alam yang lestari. Makanya menanam pohon salah satu hobi,saya” ucapnya.

Aa yang pernah menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Barat Ahmad Herayawan ini mengaku hanya melakukan pembibitan karena merasa tidak mampu melukai, meracuni ataupun menebang pohon manapun. Hal ini juga ditopang oleh gaya hidupnya yang mengambil saat membutuhkan. Bukan mengambil untuk disimpan lalu diuangkan.

“kalau disimpan untuk dijual, bila datang masa gagal kan bisa kecewa,” ujarnya.

Tokoh yang disegani masyarakat Desa Cibarengkok ini memaparkan, ajang silaturahmi lah yang membuat bibit pohon gaharu yang dikelolanya berpindah tangan sampai ke luar provinsi seperti Medan dan Kalimantan. Bahkan sampai ke luar negri seperti Singapur, India ataupun Yaman.

“Silaturahmi lewat telepon saja, mereka bisa segera dating kesini,” tukasnya.

Aa yang mempunyai santri 7 orang ini menerangkan harga bibit pohon gaharu yang dihargai 10 ribu rupiah untuk ukuran 40 centi meter. Angka itupun ditentukan oleh teman – temannya. Baik yang dari luar provinsi maupun luar negri.

“kalau jumlah yang sudah dibawa oleh mereka, tak terhitung lah. Lebih dari ribuan,” tambahnya.

Sedangkan Dadang (46) yang membudidayakan lebah madu di area hutan yang sama merasa bersyukur dengan keberadaan pohon gaharu.

“Sangat menunjang pada produksi madu saya,” katanya sumringah.

Dadang menjelaskan pohon gaharu yang beraroma wangi menyengat ini sangat disukai oleh lebah – lebah madu yang ada disetiap stuk (kotak produksi madu). Pohon gaharu juga menghasilkan nekstar sebagai bahan awal dari setiap lebah untuk memproduksi madu dengan maksimal.

“Makanya setiap kali saya panen, satu stuk itu menghasilkan minimalnya setengah kilogram,” pungkasnya. Ruslan Ependi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco