Vape Beredar di Kalangan Pelajar, Bunda Khawatir

oleh

CIANJUR, waktunews.com – Vape atau rokok elektrik kini sudah merambah ke usia pelajar. Tidak sedikit anak yang masih berseragam SD hingga SMP yang mahir menggunakan vape. Hal tersebut membuat para orantua merasa khawatir. Pasalnya meskipun vape terbilang lebih sehat dari rokok, namun cairan liquidnya tetap mengandung nikotin.

Atmi Agustina (37) warga Keluarahan Sayang, Kecamatan Cianjur ini salah satunya. Atmi yang mempunyai anak duduk di bangku SMP tersebut, baru-baru ini diketahuinya memiliki vape. Hal tersebut membuat dirinya merasa kaget. Pasalnya ia tidak ingin buah hatinya itu kesehatannya terganggu.

“Saya sangat merasa kecolongan. Entah dari mana anak saya bisa punya vape. Setelah saya interogasi ternyata dia mengumulkan uang jajannya, dan membeli Vape bekas lewat jaringan media sosial,” ujarnya.

Sontak, setelah kedapatan buah hatinya menggunakan vape, Atmi pun segera melarangnya. Meskipun anaknya sempat berontak karena menolak vape-nya diambil. Namun Atmi memberikannya arahan sehingga anaknya pun rela dan menerima kehilangan Vapenya.

“Walaupun vape lebih sehat dari merokok, tetap saja bahan isiannya atau liquidnya itu mengandung rokok. Maka dari itu, kami meminta para penjual perlengkapan vape untuk tidak melayani anak di bawah umur,” bebernya.

Menanggapi, kekhawatiran para bunda, Owner Vodavape (toko perlengkapan vape) Adit, menuturkan bahwa pihaknya tidak merekomendasikan semua perlengkapan rokok elektrik dijual kepada anak di bawah umur. Sebagai vapor (pengguna vape) ia juga mendukung sosialisasi jika pengguna harus berusia 18 tahun ke atas.

“Memang ada saja anak yang terlihat masih berusia pelajar datang untuk membeli kebutuhan vape, seperti liquid, atau Mod-nya. Tapi semuanya kami tolak, karena vape juga diperuntukan bagi orang dewasa,” pungkasnya. Eky Rizky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco