Dijanjikan Program Bedah Rumah, Penipu Ngaku PNS, Gondol Perhiasan Warga

oleh

HAURWANGI, waktunews.com – Masyarakat diminta waspada terhadap aksi penipuan, terlebih di iming-iming janji manis. Seperti di Kecamatan Haurwangi, Ita (21) seorang  warga Kampung Sukamaju RT 03/08, Desa/Kecamatan Haurwangi, menjadi korban penipuan oleh seseorang yang mengaku sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menjanjikan rumah milik korban akan di renovasi.

Namun, bukan rumah yang di bedah, malah perhiasan milik korban yang diperkirakan sebesar Rp 11 juta, raib dibawa pelaku.

Berdasarkan keterangan korban, saat itu, sekitar pukul 10,00 WIB, Ita yang tengah berada di rumahnya didatangi seorang laki-laki paruh baya tak dikenal, dengan mengenakan pakaian seragam PNS warna coklat lengkap dengan atributnya, yang mengaku pegawai Pemkab Cianjur.

Orang tersebut memberitahukan bahwa rumah milik Ita, akan mendapat program bedah rumah. Bahka, pelaku langsung memotret seluruh bangunan rumahnya. “Setelah di foto rumah saya, orang itu menyuruh saya ikut ke kantor kecamatan untuk mengisi fomulir, dengan membawa persyaratan foto copy KTP dan membeli matrai Rp. 6000,” ujar Ita.

Karena senang akan mendapatkan program bedah rumah tersebut, Ita pun langsung pergi dengan dibonceng pelaku menuju Kantor Kecamatan Haurwangi. Namun, sebelum tiba di kecamatan, pelaku berhenti dan mampir di salah satu mini market yang tak jauh dari kantor kecamatan. “Saya kaget, kenapa berhenti. Tapi, saya gak nanya,” katanya.

Ternyata, pelaku meminta korban untuk membuka seluruh perhiasan, seperti kalung, cincin dan gelang emas yang tengah dipakai Ita. Alasannya, malu dengan pegawai di Kecamatan Haurwangi, jika terlihat memakai perhiasan, dan bantuannya bisa dibatalkan, “Masa yang mendapat bantuan rumah tidak layak huni perhiasannya banyak,” kata Ita menirukan ucapan pelaku.

Akhirnya, lanjut Ita, dirinya menuruti apa yang dikatakan pelaku, hingga seluruh perhiasannya dicopot dan dititipkan ke dalam tas milik pelaku.

Setelah sampai di Kantor Kecamatan Haurwangi, pelaku menyuruh Ita untuk masuk terlebih dahulu dan menemui Ibu Eneng. “Saya disuruh masuk duluan, dan menemui Ibu Eneng yang mengenakan pakaian dan kerudung warna merah, bagian pelayanan,” ujarnya.

Ita pun langsung masuk ke dalam kantor kecamatan. Sedangkan, pelaku pergi dengan alasan akan membeli dulu materai, sebagai pelengkap persyaratan.

Setelah Ita masuk ke dalam kantor, dan langsung menyapa salah seorang pegawai kecamatan yang mengenakan pakaian dan kerudung warna merah. “Saya langsung sapa ke pegawai yang menggunakan pakaian dan kerudung warna merah, Ibu Eneng yah ? tapi si ibu gak ngaku, karena namanya Ida Fadida. Bahkan, saya terus beberapa kali memastikan, dan memang pegawai itu bukan Eneng tapi Ibu Farida,”  jelasnya.

Hampir 30 menit lamanya, akhirnya Ita menyadari, jika dirinya telah menjadi korban penipuan. Ita pun menjerit dan menangis histris hingga tak sadarkan diri di ruangan pelayanan Kantor Kecamatan Haurwangi. “Saya jadi korban penipuan,” teriak Ita.

Kasi Trantib Kecamatan Haurwangi, Sahril Suwangsa, membenarkan, jika ada salah seorang warga telah menjadi korban penipuan orang tak dikenal yang menggunakan seragam PNS, dengan cara hipnotis. Perhiasan kalung, cingcin dan gelang emas yang dipasang ditubuh korban, saat di perjalanan menuju Kantor Kecamatan, seluruhnya dipreteli terlebih dahulu oleh sendirinya dengan kondisi setengah sadar.

“Saat itu korban sudah dijelaskan tidak ada Nama Ibu Eneng, namun ia ngotot mencari ibu Eneng Kesetiap ruangan dan saat itu korban dianggap orang kurang waras, tapi setelah 30 menit kemudian, Ita menceritakan kronologis kejadiannya,” terangnya.

Ita pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian Bojongpicung, untuk diselidiki lebih lanjut. HW 7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco