Siagakan 29 Unit Lokomotif dan 215 Unit Kereta, Daop 2 Siap Hadapi Masa Angkutan Nataru

oleh

CIANJUR, waktunews.com – Menyambut masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2017/2018, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung telah menyiapkan sarana, prasarana, dan SDM. Masa angkutan Nataru pada tahun ini ditetapkan selama 17 hari, yakni mulai tanggal 22 Desember 2017 hingga 7 Januari 2018.

Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Joni Martinus, mengatakan aelama masa angkutan tersebut, seluruh pegawai PT KAI dimaksimalkan untuk membantu kelancaran pelayanan di stasiun-stasiun. Mereka pun tidak diperkenankan mengambil cuti tahunan.

“Kami siapkan semua aspek operasional kereta api untuk menghadapi Angkutan Nataru ini,” ujarnya, baru-baru ini.

Dia menambahkan, dari aspek sarana KA, tahun ini Daop 2 menyiagakan 29 unit lokomotif  serta 215 unit kereta. Sementara jumlah KA yang disiapkan sebanyak 83 perjalanan KA reguler yang meliputi KA Utama dan Lokal, serta tiga perjalanan KA tambahan. Sehingga, total jumlah KA yang siap melayani masyarakat pada masa angkutan Nataru kali ini adalah 86 perjalanan KA.

Total tempat duduk yang disediakan selama masa angkutan Nataru 2017/2018 adalah 860.897 atau sebanyak 54.996 tempat duduk per harinya. “Kalau dibandingkan tahun sebelumnya, ada kenaikan sekitar satu persen. Jumlah itu termasuk di dalamnya tempat duduk untuk KA Tambahan,” tambah Joni. Pemesanan tiket kereta reguler dan tambahan  sudah bisa dilakukan secara online atau melalui gerai-gerai toserba yang sudah bekerjasama dengan PT KAI.

Sampai saat ini untuk keberangkatan tanggal tertentu seperti tanggal 22, 23, 24, 25, 26, dan 30 ada beberapa kereta reguler yang okupansinya sudah mencapai 100%. Namun secara keseluruhan, masih banyak tempat duduk tersedia yang bisa dipesan oleh masyarakat.

Dari aspek prasarana, seperti tahun-tahun sebelumnya Daop 2 menyiagakan alat material untuk siaga (Amus) di daerah-daerah yang rawan bencana alam. Tenaga flying gank, Petugas Penilik Jalan (PPJ) Ekstra 63 orang , Penjaga Jalan Lintas (PJL) Ekstra 70 orang , dan 169 petugas posko daerah rawan juga disiagakan di sepanjang lintas Daop 2  untuk mencegah terjadinya gangguan perjalanan KA.

Meskipun jumlah PJL ditingkatkan, PT KAI dengan tegas mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan untuk tetap mematuhi rambu-rambu di pelintasan sebidang. UU No 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) menyebutkan bahwa perjalanan KA mendapat prioritas di jalur yang bersinggungan dengan jalan raya.

Sementara itu, bagi para pengguna aplikasi KAI Access yang sudah mengunduh versi ter-update dan melakukan pembelian tiket KA dari aplikasi ini, mulai 2 Oktober fasilitas check in secara online bisa dilakukan langsung dari aplikasinya. Setelah melakukan check in melalui aplikasi, pengguna jasa KA akan mendapatkan e-boarding pass. Proses check in dan unduh e-boarding pass ini dapat dilakukan mulai dari 2 jam sebelum jadwal keberangkatan KA.

“Masyarakat yang telah mendapatkan e-boarding pass, tidak perlu lagi melakukan check in dan cetak boarding pass di mesin Check In Counter (CIC) di stasiun. Langsung saja menuju boarding gate untuk pemeriksaan identitas dengan menunjukkan e-boarding pass kepada petugas,” ujar Joni.

Wakil Ketua Komunitas Railfans Cianjur, Gerry Sutedja, menuturkan pihaknya siap membantu kelancaran masa angkutan libur Natal dan tahun Baru. Misalnya dengan menyiapkan sejumlah relawan di Stasiun Cianjur.

“Kami siap menurunkan relawan seperti pada libur Idul Fitri untuk membantu penumpang,” tambahnya.

Sementara itu Aldi Firdaus, warga Kelurahan Pamoyanan Kecamatan Cianjur menyambut baik adanya penambahan KA saat libur nanti. Rencananya dia akan bermain ke sejumlah daerah di Jawa Tengah.

“Tentu senang ada kereta tambahan. Kalau jadi nanti akhir tahun mau main ke Semarang,” tambahnya. M Reza Fauzie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco