Longsor dan Pergerakan Tanah di Naringgul, Warga Mulai Mengungsi ke Tenda Pengungsian

oleh

CIANJUR, waktunews.com – Ratusan rumah warga di Desa Wanasari Kecamatan Naringgul, terancam longsor susulan, dampak dari bencana longsor yang terjadi Sabtu (18/11/2017). Sementara, 20 Kepala Keluarga (KK) telah mengungsi ke rumah kerabatnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa terjadinya longsor tersebut diakibatkan adanya pergerakan tanah di wilayah tersebut. Mengakibatkan, di beberapa titik yakni rumah dan tanah mengalami retakan.

Salah seorang warga, Ganjar ( 30 ) yang rumahnya mengalami retakan akibat pergeseran tanah mengaku, dirinya akan segera mengungsi dari tempat tersebut, karena khawatir dengan ancaman longsor. Sebab retakan tanah dari atas tebing sudah kian melebar.

“Saya rencananya sama anak dan istri saya mau segera berangkat mengungsi ke Desa Sukabakti, karena takut akan ada longsor susulan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur,  Ahmad Rifa’i Azhari, menjelaskan, bencana longsor dan pergerakan tanah di Desa tersebut pertama terjadi pada Sabtu (18/11/ 2017) berupa longsoran yang menimbulkan pekarangan rumah serta kandang ternak milik warga.

Beberapa hari setelahnya, pergerakan tanah di sejumlah titik terjadi dan merusak lebih dari seratus rumah warga,  sehingga 20 keluarga mengungsi ke kerabatnya.

“Kami sudah dapat informasi sejak beberapa hari lalu.  Dari hasil pemeriksaan tim,  ada seratus lebih yang terdampak, 90 rumah rusak ringan dan 20 keluarga mengungsi,” kata dia saat dihubungi melalui telepon seluler, Kamis (23/11/2017).

Menurutnya,  tidak ada korban luka, apalagi sampai korban jiwa dari penduduk. Tetapi beberapa ekor hewan ternak tertimbun. “Jadi yang tertimbun ada,  tapi itu hewan,  bukan penduduk,”  ucapnya.

Rifa’i menuturkan,  pihaknya sudah menyiapkan tenda pengungsian di lapang dekat kantor desa,  tetapi rata-rata penduduk mengungsi ke rumah kerabatnya saat malam hari. “Kalau siang, mereka beraktifitas seperti biasanya. Jika malam hari, baru mengungsi sebab khawatir ada longsor atau pergerakan saat mereka tidur, ” katanya.

Dia menambahkan, BPBD tengah melakukan koordinasi dengan pusat vulkanologi mitigasi bencana dan geologi Provinsi Jawa Barat untuk melakukan pemeriksaan ke lokasi.  Hal itu dilakukan untuk memastikan pergerakan tanah terus terjadi atau tidak.

“Sdalam waktu dekat mereka akan ke Naringgul, memastikan risiko bencana di sana. Jadi kami bisa melakukan langkah selanjutnya,” ucapnya.

Di samping Naringgul, ungkap Rifa’i, BPBD juga melakukan pengecekan di Desa Waringinsari Kecamatan Takokak.  Pergerakan tanah di wilayah tersebut dikhawatirkan terjadi lagi, mengingat curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir.

“Meski beberapa waktu lalu sudah tidak terjadi pergerakan, tapi melihat kondisi cuaca terus hujan dikhawatirkan terjadi lagi.  Makanya rutin dipantau,” katanya.  Asep Hendrayana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco