Motor VS Motor, Tabrakan Dua Mahasiswa Tewas

oleh

CIANJUR, waktunews.com – Dua orang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Cianjur, tewas, setelah sepeda motor yang dikendarainya bertabrakan dengan sepeda motor lain, di Jalan Raya Bandung, tepatnya di Kampung Gandaria, Desa Hegarmanah, Kecamatan Karangtengah, Minggu (26/11/2017). Sementara, dua orang pengendara lainnya hanya mengalami luka, dan menjalani perawatan medis di RSUD Sayang Cianjur.

Berdasarkan informasi, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.10 WIB. Saat itu, dua orang mahasiswa, yakni Dadin Ajamudin (22) pengendara sepeda motor yang memboncengi Rosita Sariningsih (22) dengan membawa sepeda motor Honda Beat nopol D 5026 ZCD, melaju dari arah Cianjur menuju arah Bandung.

Di Jalan Raya Bandung tepat di Kampung Gandaria, Desa Hegarmanah, Dadin berusaha menyalip truk yang ada di depannya. Namun, dari arah berlawanan terdapat sepeda motor Honda Vario nopol D 3302 ZCH, yang dikendarai Aman Suryana (49) dengan membonceng Ai Trisnawati (42), tengah melaju kencang.

Sehingga, kedua kendaraan tersebut bertabrakan. “Kedua kendaraan itu sama-sama melaju kencang, tapi sepertinya yang dari arah Cianjur itu tidak melihat ada kendaraan lain di depannya, sehingga dia menyali, dan terjadi tabrakan antar sepeda motor,” kata salah seorang pejalan kaki, Dudun (43) yang melihat peristiwa tabrakan tersebut.

Akibat kejadian tersebut, Dadin Ajamudin, seorang mahasiswa meninggal dilokasi karena luka yang cukup serius. Sementara, tiga orang lainnya mengalami luka, dan dibawa ke RSUD Sayang Cianjur.

Namun, dalam perjalanan, Rosita Sariningsih, seorang mahasiswa yang dibonceng Dadin, akhirnya meninggal dunia, karena luka yang serius.

Kanit Laka lantas Polres Cianjur, Ipda Sunarta mengatakan, satu orang korban meninggal di lokasi, sementara satu orang lagi meninggal diperjalanan menuju RS. Sedangkan, dua orang lagi, menjalani perawatan karena mengalami luka.

“Mungkin karena kurang konsentrasi, Dadin tidak memperhatikan jika ada kendaraan dari arah berlawanan.  Sehingga memaksakan untuk menyalin, ” ujar Sunarta, saat dihubungi melalui telepon seluler, kemarin.

Sementara itu,  Kepala Instalasi Pemulasaran Jenazah (IPJ) RSUD Sayang Cianjur, Dendi, membenarkan,  dua orang korban kecelakaan masuk ruang IPJ. Satu orang meninggal di lokasi, dan satu lagi diperjalanan.

“Totalnya ada dua orang, satu lagi menyusul sesaat setelah dibawa. Keduanya sudah diproses dan dipulangkan untuk segera dimakamkan oleh keluarganya,” ucapnya. Asep Hendrayana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco