Tujuh Kecamatan di Cianjur Selatan Dilanda Bencana

0 31
Link Banner

Basarnas dan BPBD Terus Cari Jasad Korban

AGRABINTA, waktunews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, mencatat hujan deras yang menguyur sebagian besar wilayah selatan dengan intensitas tinggi menyebabkan tujuh kecamatan dilanda bencana alam banjir dan longsor.

Kepala BPBD Cianjur Ahmad Rifai, mengatakan, bencana alam banjir merendam puluhan rumah di Desa Bojongkaso dan Desa Mekarsari, Kecamatan Agrabinta.

“Banjir mengenangi perkampungan warga setinggi lutut orang dewasa. Menjelang sore air sudah mulai surut, namun warga di kedua desa tersebut diimbau waspada dan segera mengungsi jika hujan kembali turun dengan deras,” katanya.

Tidak hanya banjir, tutur dia, hujan deras yang terjadi hampir 24 jam sejak Senin, juga mengakibatkan longsor dan pergerakan tanah di enam kecamatan di wilayah Cianjur selatan.

Kejadian longsor dan pergerakan tanah tersebut mengakibatkan sejumlah rumah rusak berat, puluhan rumah terancam dan jembatan penghubung antara Kecamatan Cibinong dengan Kecamatan Cikadu terputus.

“Pergerakan tanah terjadi di Kecamatan Pagelaran, Campaka Mulya dan Kecamatan Tanggeung, satu rumah rusak berat, lima rumah rusak ringan, 7 rumah terancam dan 9 hektar sawah rusak,” katanya.

Longsor terjadi di Kecamatan Sindangbarang, Kecamatan Leles dan Kecamatan Cibinong dengan dampak puluhan rumah terancam, jembatan putus dan jalan utama tertimbun.

Saat ini, tambah dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk melakukan penanganan sementara agar jalan dan jembatan yang putus dapat dilalui.

“Saat ini tim masih melakukan pendataan, namun dari semua peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa, namun sejumlah wilayah terisolir dan puluhan kepala keluarga mengungsi. Kami masih menunggu hasil pendataan,” katanya.

Tingginya intensitas hujan sejak beberapa hari terakhir, membuat pihaknya terus mengimbau warga untuk selalu waspada terutama yang tinggal di daerah rawan untuk mengungsi jika hujan deras turun hingga sehari penuh.

Sementara itu, pencarian terhadap jasad korban yang dilaporkan terbawa arus Sungai Cisokan terus dilakukan tim Basarnas dan BPBD Kabupaten Cianjur, dengan menyisir aliran sungai. Namun, arus sungai yang deras dan intensitas hujan tinggi, sehingga pencarian dihentikan dan jasad korban belum ditemukan.

“Sampai sore ini, tim belum menemukan jasad korban yang diduga terbawa lebih jauh dari titik dilaporkan hilang. Petugas sudah menerjunkan beberapa perahu karet dan menyisir semua titik, namun masih nihil,” katanya.

Dia menjelaskan, tim sempat kesulitan melakukan pencarian pada hari ketiga karena arus sungai semakin deras karena intensitas hujan kembali tinggi sejak dua hari terakhir. Bahkan pencarian sempat dihentikan untuk sementara karena hujan turun deras.

“Untuk mengantisipasi adanya petugas yang menjadi korban akibat arus deras, pencarian sempat dihentikan karena sangat beresiko. Kemungkinan pencarian akan dilakukan kembali esok hari karena sudah sore dan hujan masih turun,” katanya.

Namun ungkap dia, sebagian anggota tim bersama warga sempat melakukan pencarian di muara sungai yang berhadapan langsung ke laut. Namun hingga sore menjelang tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Seperti diberitakan, pasangan suami istri (Pasutri) menghilang diduga saat akan menyeberang sungai mengunakan rakit usai bekerjad diladang. Baru beberapa meter menyeberang, tiba-tiba air sungai menghantam rakit yang mereka tumpangi hingga terjungkal.

Keduanya terseret air sungai hingga tenggelam dan warga sempat melakukan pencarian bersama relawan setempat. Namun hingga beberapa meter melakukan pencarian warga tidak menemukan, namun menjelang malam, warga berhasil menemukan jasad Hobiah, dalam keadaan meninggal dunia.

BPBD Himbau Warga di Pengungsian Tetap Waspada

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, mengimbau warga terdampak bencana alam di enam kecamatan di wilayah selatan untuk waspada dan bertahan di pengungsian terutama ketika hujan turun deras dengan intensitas lama.

Kepala BPBD Cianjur Ahmad Rifai mengatakan, pihaknya masih melakukan pengawasan dan penanganan dampak bencana longsor dan pergerakan tanah di enam kecamatan tersebut, sehingga belum bisa memastikan jumlah warga yang mengungsi.

“Mereka yang rumahnya rusak berat ataupun terancam, diimbau untuk menetap di rumah tetangga atau kerabatnya yang aman dari bencana. Jika dampaknya terus bertambah, kami segera membuat tenda pengungsiuan dan melakukan evakuasi,” katanya.

Saat ini, ungkap dia, pihaknya belum membuat tenda dan lokasi pengungsian karena rumah yang terdampak hanya beberapa. Sedangkan relawan ditempatkan di titik bencana untuk melakukan pengawasan dan segera mengevakuasi warga jika bencana alam kembali terjadi dan meluas.

BPBD Cianjur, mencatat hujan deras yang menguyur sebagian besar wilayah selatan dengan intensitas tinggi sejak beberapa hari terakhir, menyebabkan enam kecamatan dilanda bencana alam banjir dan longsor.

Bencana alam banjir merendam puluhan rumah di Desa Bojongkaso dan Desa Mekarsari, Kecamatan Agrabinta. Aie bah mengenangi perkampungan warga setinggi lutut orang dewasa.

Tidak hanya banjir, hujan deras yang terjadi hampir 24 jam sejak Senin, juga mengakibatkan longsor dan pergerakan tanah di enam kecamatan di wilayah Cianjur selatan.

Kejadian longsor dan pergerakan tanah tersebut mengakibatkan sejumlah rumah rusak berat, puluhan rumah terancam dan jembatan penghubung antara Kecamatan Cibinong dengan Kecamatan Cikadu terputus.

Sementara Kabag Humas dan Protokoler Setda Cianjur, Gagan Suganda, menuturkan, logistik untuk warga yang terkena dampak bencana alam di selatan sudah mendapatkan bantuan logitik yang dibawa langsung Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar.

“Sejumlah kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya diserahkan bupati yang meninjau langsung ke lokasi. Bupati juga mengimbau warga untuk selalu waspada dan siaga karena bencana bisa terjadi sewaktu-waktu,” katanya. Ruslan Ependi/Net

Category: News, Waktu CianjurTags:
resto
No Response

Leave a reply "Tujuh Kecamatan di Cianjur Selatan Dilanda Bencana"

[+] kaskus emoticons