Program SLBM Disambangi Tim Monev Provinsi

oleh

CIANJUR, waktunews.com – Program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM) di  dua lokasi, yakni Kampung Gang Pesantren RW 20 Kelurahan Sayang dan Kampung Mekarbaru RW 22 Kelurahan Muka, mendapatkan penilaian dari Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) dari Dinas Pemukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat, (13/12).

Rombongan Tim Monev yang terdiri dari 4 orang tersebut, ditemani oleh staf dari Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Cianjur, serta tim pendamping atau konsultan program, guna menilai kegiatan Program SLBM dari segi manajemen dan teknis pengerjaan program.

Pendamping Program SLBM yang juga Ketua Paguyuban Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Kabupaten Cianjur, Ganthy menjelaskan  Tim Monev menitik beratkan penilaian pada segi teknis. Hal ini menyangkut kualitas bangunan yang dikerjakan.

“SLBM ini soal pembangunan pembuangan limbah sanitasi masyarakat luas. Jadi kualitasnya harus benar – benar teruji,” jelasnya.

Ganthy menceritakan pengalamannya, menyangkut persoalan bangunan ini pernah membuat KSM Kelurahan Muka kelimpungan, karena lokasi yang dipilih sebagai posisi pembangunan ternyata dipenuhi bebatuan besar.

“Sempat menyulitkan masyarakat yang mengerjakannya,” terang Ghanti.
Namun sekarang, lanjutnya, hambatan itu sudah dapat dilalui. Tinggal menunggu termin terakhir dari pencairan dana bantuan program untuk menyelesaikan seluruh tugas para KSM penerimanya. Dari jumlah besaran Rp. 380 juta, tinggal 20% lagi yang belum turun. Sisanya itu sekarang sudah ada di Kas Daerah,” tambahnya.

Dirinya merasa patut juga untuk mengapresiasi peran serta masyarakat dalam menjalankan program SLBM di wilayah perkotaan ini. Masyarakat setempat dengan antusias bahu-membahu bergotong royong melaksanakan pembangunan sarana pembuangan air limbah di lingkungannya. Baik itu di Kelurahan Muka maupun di Kelurahan Sayang.

Sementara itu, Ketua KSM Kelurahan Sayang, Itta Rositta Rachmawatty, menyebutkan pembangunan sarana dan prasarana pembuangan air limbah dilingkungannya berupa MCK dan media penampungan kotoran manusia.

“Tinggal penyelesaian akhir saja,” ujarnya.

Itta mengharapkan cairnya bantuan dana SLBM untuk yang terakhir ini tidak harus menunggu terlalu lama. Bukan karena takut pembangunannya jadi rusak, tapi agar segera bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di Kelurahan Sayang.

“Bangunannya kokoh, tapi masyarakat maunya bisa cepat dipakai,” pungkas Itta penuh harap,” Ruslan Ependi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco