Kemacetan Jalur Wisata Cipanas Dikritisi

oleh
Kemacetan di Jalan Raya Cipanas – Puncak.

CIANJUR – Kemacetan Jalur Puncak Cipanas yang  mencapai 14 kilometer saat libur panjang akhir tahun dikritisi berbagai pihak. Kemacetan di Jalur Cisarua – Puncak – Cipanas terus terjadi akibat daerah tersebut masih menjadi daerah idaman wisatawan asal Jabodetabek.

Namun hal itu tak diimbangi infrastruktur yang memadai, sehingga kemacetan terus terjadi. Dampaknya, kondisi tersebut bisa mematikan pengusaha di Cipanas karena wisatawan terjebak kemacetan di Bogor.

Faktanya kondisi terakhir macet total dua arah  kendaraan tidak bergerak sejak beberapa jam hingga malam sehingga antrean kendaraan memanjang sekitar 14 kilometer pada kedua arah. Meskipun petugas telah melakukan sejumlah rekayasa arus, namun tidak membuahkan hasil karena tingginya volume kendaraan ke dan dari Cipanas, terutama dari sejumlah tempat wisata di daerah ini.

“Sektor wisata di Cipanas selalu bermasalah karena alasan macet di jalur Puncak, sehingga dampak negatif yang terjadi seringkali wisatawan beralih ke wilayah Bogor. Jelas kondisi ini kami sesalkan,” ujar Pemerharti Wisata di Pacet, Syarif Abdul Karim.

Jika kemacetan terjadi di Cisarua Puncak, wisatawan akan terus beralih ke daerah Bogor dan bisa secara tidak langsung bisa mematikan iklim pariwisata di daerah Cipanas, Pacet, dan sekitarnya.

“Lihat saja kini wisatawan banyak yang mulai beralih dan melirik kawasan Bogor, padahal sebenarnya mereka menginginkan ke daerah Cipanas. Makanya butuh segera solusi yang tepat dari Pemerintah Daerah atau Pusat,” paparnya.

Tak hanya mengancam pelaku wisata di daerah Cipanas, para pengusaha dari Cipanas dan Cianjur diantaranya para suplier sayuran, buah – buahan, dan suplier lainnya terhambat dalam distribusi.

“Mereka mau mengirim barang ke daerah Bogor atau Jakarta, sering kesulitan. Tak jarang mereka terpaksana merogoh kocek dalam karena kerugian semakin besar,” terang pria yang menjadi Ketua Yayasan Prakarsa Hijau.

Melihat masalah yang begitu pelik, sudah seharusnya ada berbagai solusi dari pemerintah seperti pembangunan Jalur Puncak II. “Sudah menjadi keharusan pemerintah untuk segera merealisasikan jalur Puncak II, ini demi stabilitas perekonomian di Cianjur,” tegasnya.

Pengusaha Cipanas Adi mengaku, selama libur panjang di akhir pekan atau akhir tahun kendaraan makin bertambah, sedangkan infrastruktur jalan tidak dikembangkan.

“Kemacetan sangat berpengaruh sekali terhadap perekonomian, tak sedikit wisatawan yang beralih ke daerah Bogor karena terjebak macet,” terangnya.

Aktivitas wisatawan yang hendak ke Cipanas terhambat dan sangat memakan banyak waktu pastinya. Makanya pemerintah sudah seharusnya melakukan berbagai terobosan.

“Mungkin dengan pembangunan Jalur Puncak II atau pelebaran jalur Puncak. Kalaupun tidak ada sikap pemerintah kondisi kemacetan akan terus terjadi,” terangnya.

Humas Palace Hotel Cipanas Panji menuturkan Jalur Puncak II itu merupakan salah satu alternatif mengurangi dan mengurai kemacetan menuju Cipanas. Namun, tentunya pemerintah harus memperhatikan berbagai aspek.

“Kami harapkan Jalur Puncak II tersebut segera direalisasikan, akan tetapi kondisinya harus bisa memadai sehingga wisatawan bisa dengan aman dan memenuhi jumlah kendaraan wisatawan,” singkatnya. HW 10

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco