Lebih Sejuk Dibanding Air Keran

oleh
Foto: Farhaan M Ridwan/Waktunews.com
WUDU: Sejumlah jamaah di Masjid Baiturrahman Istana Cipanas sedang berwudu di batu besar berbentuk mirip bak penampung air.

CIANJUR – Bagi sebagian pengunjung Istana Presiden di Cipanas tentu pernah melihat sebuah batu besar berbentuk mirip bak penampung air, yang biasa digunakan untuk berwudhu. Bak tersebut diketahui sudah ada sejak Masjid Baiturrahman dibangun pada tahun 1986.

Ukurannya cukup besar dan mencolok karena dibangun di samping masjid. Sebuah pendopo menanungi batu tersebut dengan ukuran sekitar 5 x 5 meter. Air yang keluar dari pipa di tengah-tengah batu tersebut muncul dan didesain seperti mengalir dari dalam batu.

Airnya terasa dingin dan sejuk ketika menempel di pori kulit. Dua atau tiga gayung dari setiap yang mengambil wudhu airnya akan langsung menetes di lantai sekitar batu tersebut. Tapi airnya tidak tercecer dan menimbulkan genangan, karena desain di sekitar batu tersebut telah dibentuk termasuk untuk pembuangan airnya.

Hingga saat ini batu bak penampung air yang terletak di masjid yang masuk ke kompleks Istana Presiden itu masih digunakan warga untuk mengambil air wudhu.

“Air dari batu itu sangat sejuk sekali beda dengan air dari keran,” ujar Mulyadi (40) salah seorang pedagang Pasar Cipanas.

Menurutnya, sehari-hari warga menggunakan masjid ini untuk melaksanakan kewajiban lima waktu dan salat Jumat. Di bulan Ramadan warga menggunakannya juga untuk salat tarawih.

“Kalau ada presiden yang kebetulan salat di sini, banyak petugas keamanannya, kami juga mendapat pemeriksaan ketat dan tidak boleh membawa barang yang dilarang masuk ke area sekitar masjid,” ujar Dadang Sirajudin (56) warga yang tinggal tak jauh dari Istana Presiden Cipanas.

Dadang mengatakan berwudu dari air yang bersumber dari batu bak penampung ini lebih terasa nikmat, karena airnya lebih jernih dan bersumber dari alam.

“Istana Cipanas ini berada di hamparan hutan dan tanaman besar, jadi air yang keluar dari dalam tanah melalui bak penampungan batu ini terasa lebih alami. Makanya kalau setiap ke Masjid Istana saya lebih memilih berwudu di sini,” tukasnya. (w10/mrf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco