Cuaca Ekstrem, Harga Sayuran Anjlok

oleh

Cuaca Ekstrem, Harga Sayuran Anjlok 

 

ANJLOK: Harga sayuran anjlok karena tanaman rusak saat cuaca ekstrem.

Puncak, Cianjur – Cuaca ekstrem yang melanda Cianjur utara menyebabkan harga sayuran anjlok. Kondisi itu sudah terjadi sejak dua pekan terakhir.

Dili (50) warga Kampung Kayumanis Desa Sukatani Kecamatan Pacet, menuturkan beberapa pekan terakhir ini cuaca ekstrem tak menentu. Bahkan tak jarang angin kencang pun menerpa daerah kaki Gunung Gede.

“Siang hari cuaca panas tak seperti biasanya, sedangkan menjelang sore hingga malam hujan deras kerap turun. Tak jarang hujan pun disertai angin kencang, sehingga membuat sayuran rusak,” ungkapnya.

Diakuinya, kondisi ini mengakibat sayuran yang ditanam para petani rusak. Hal ini menyebabkan nilai jualnya murah, serta membuat para petani kebingungan dalam menjual hasil panennya.

“Saat ini harga wortel saja dihargai Rp 2 ribu, padahal normalnya Rp 5 ribu per Kilogram. Untuk kol Rp 3 ribu, sedangkan saat normal Rp 5 ribu per kilogram,” terangnya.

Selain itu petani sayuran lainnya, Ayi (44) warga Kampung Gunung Putri Desa Sukatani mengaku, kualitas sayuran rendah saat cuaca ekstrim.  Dan pantas saja dihargai rendah oleh tengkulak dan para penjual sayur mayur.

“Untuk lobak hanya Rp 2 ribu per Kilogeam, padahal kondisi normal Rp 4 ribu per Kilogram, dan buncis Rp 4 ribu per Kilogram padahal normal Rp 6 ribu per Kilogram,” bebernya.

Tak jarang jika kualitas sayur semakin rendah, dihargai semakin rendah oleh tengkulak dan pedagang. Makanya, ini membuat petani kebingungan.

“Terlebih, tak sedikit panen bersamaan antar petani pun mempengaruhi harga di pasar,” jelasnya.

Menurutnya, harga sayuran turun lebih dari 20 persen ini yang mengakibat para petani merugi. Makanya diharapkan ada sebuah solusi dari pemerintah dalam menangani masalah ini.

“Dengan anjloknya harga ini, panen yang mereka hasilkan saat ini bisa dikatakan sia-sia. Sebab, para petani di daerah kami kalah bersaing dengan daerah penghasil sayuran lain,” jelasnya.

Menurutnya, selain pemerintah setempat wajib membantu proses pemasaran, diharapkan juga pemerintah bisa memberikan subsidi berupa bantuan pupuk untuk proses pertanian. Termasuk pemberian alat-alat penunjang lainnya.

“Ya kami sih inginnya pemerintah berperan, semoga saja ke depan kami diperhatikan,” katanya. (w10/mrf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco