Lamban, Pembangunan Desa Mekarsari Jadi Sorotan

oleh

 

Foto: Shandi Risa Ali/Waktunews.com
BELUM KELAR: Pembangunan aula Desa Mekarsari belum selesai menjadi salah satu sorotan masyarakat.

CIANJUR – Sejumlah pembangunan yang dilakukan Pemerintah Desa Mekarsari Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur menjadi sorotan masyarakat. Salah satunya pembangunan aula yang belum selesai di sekitar kantor desa.

Kondisi bangunan yang terlihat kumuh bahkan dianggap seperti kandang merpati oleh segelintir masyarakat. Asep mislanya, salah satu warga Desa Mekarsari Kecamatan Cianjur. Saat berkunjung ke kantor desa, dia melihat aula yang belum selesai.

“Saya datang ke desa untuk mengurus surat-surat, dan melihat gedung desanya belum beres-beres. Padahal pembangunan tersebut sudah berjalan hampir dua tahun dengan cucuran dana dari pemerintah,” paparnya.

Rupanya, penilaian masyarakat terhadap pembangunan tersebut tak jauh berbeda dengan Aparatur Desa Mekarsari. Sekretaris Desa Mekarsari, Tuti, juga kesal dengan keadaan tersebut.

“Jangankan masyarakat, kami selaku perangkat desa merasa kesal dengan keadaan seperti ini. Yang kami takutkan opini dari masyarakat tentang penggunaan anggaran yang digelontorkan ke desa,” tuturnya.

Dari informasi yang dihimpun, banyak ditemukan opini negatif dari masyarakat yang mempertanyakan perihal penggunaan anggaran Dana Desa. Namun Tuti menjelaskan, pembangunan dan penggunaan dana harus sesuai aturan.

“Untuk mengklarifikasi hal tersebut bisa kami jelaskan, penggunaan dana tersebut tidak bisa digunakan semena-mena. Ada aturan yang harus kami ikuti,”.jelasnya.

Setiap pembangunan yang dilaksanakan adalah hasil dari pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang dilakukan pemerintah desa bersama masyarakat. Adapun pembangunan yang terkatung-katung disebabkan karena rencana pembangunan hasil musrenbang tersebut direalisasikan oleh dana aspirasi. “Sehingga kami harus kembali memilih wilayah untuk dibangun dari dana desa,” Tuti menjelaskan.

Dia menambahkan, pada 29 Desember 2017 lalu Pemdes Mekarsari baru melakukan pencairan ADD tahap II sebesar Rp 60 juta. Namun rasanya tidak mungkin menyelesaikan pembangunan aula desa selama dua hari, jadi akhirnya disiltapkan.

“Di awal tahun 2018 kami melanjutkan pembangunan tersebut, hanya yang kami prioritaskan saat ini pelebaran jalan di depan gedung desa dulu karena TPT-nya sudah rusak,” ujarnya seraya menambahkan bahwa Pemdes Mekarsari siap melanjutkan pembangunan dan tinggal menunggu APBDes murni.

Sementara itu Ketua BPD Mekarsari, R.A Mulyadi, mengaku pihaknya sudah meminta laporan baik secara lisan maupun tulisan terkait hasil pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Mekarsari. Namun belum satu pun laporan yang masuk.

“Kami sudah meminta laporan hasil pembangunan kepada kepala desa dan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) secara lisan dan tulisan, tapi sampai sekarang bahkan sudah pergantian tahun anggaran, BPD belum menerima laporan apapun dari Pemerintah Desa Mekarsari,” ujarnya, Rabu (10/1).

Masih kata dia, pihaknya pun tidka pernah diajak berkoordinasi terkait pembangunan desa. “Yang lebih parah lagi dari pencairan tahap awal, BPD tidak pernah diajak berkoordinasi mengenai anggaran Dana Desa untuk pembangunan desa,” tuturnya.

Namun sayang, setiap kali dimintai kejelasan pertanggungjawaban mengenai pembangunan desa tersebut, Kepala Desa Mekarsari selalu ada alasan untuk tugas keluar desa. Sehinggam belum dapat dimintai penjelasan. (w06/mrf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco