Puskesmas Sukaresmi Gencar Sosialisasi ke Pelosok, Hasilnya…

oleh

 

Foto: Farhaan M Ridwan/Waktunews.com
PERIKSA: Sejumlah warga sedang diperiksa kesehatannya oleh Puskesmas Sukaresmi.

CIANJUR – Wilayah kerja Puskesmas Sukaresmi Kabupaten Cianjur yang berada di pelosok daerah menuntut para petugasnya untuk lebih proaktif. Terlebih saat ini kesadaran masyarakat di pelosok daerah dinilai masih minim.

Kepala Puskesmas Sukaresmi, Sri Martini, menjelaskan, saat ini jumlah petugas Puskesmas Sukaresmi ada 42 orang. Mereka saat ini disebar di tujuh desa Kecamatan Sukaresmi. Hasil dari pemeriksaan dan pemantauan di lapangan, masyarakat yang tinggal di pelosok desa seperti Desa Rawabelut masih belum menyadari pentingnya kesehatan.

“Sejumlah warga yang tinggal di pelosok daerah masih ada yang lulusan SD, sehingga mereka melakukan pernikahan dini. Di antara mereka masih ada yang mengenyampingkan kesehatan,” terangnya.

Beberapa faktor tersebut yang menyebabkan timbulnya beberapa penyakit, seperti AKI/AKB, hingga penyebaran penyakit DBD. Makanya tim Puskesmas dikerahkan ke pelosok desa untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan.

“Angka kematian ibu dan bayi terus-menerus kami tekan. Kami harapkan keluarga ibu hamil bisa berperan aktif dalam menekan angka kematian ibu dan anak. Pasalnya selama ini akibat keterlambat keluarga untuk memutuskan pelayanan medis, beberapa ibu/anak sempat ada yang meninggal,” jelasnya.

Tak hanya itu, pola hidup bersih dan sehat pun berpengaruh penting dalam menekan kematian anak dan ibu. “Jika kekurangan asupan makanan bisa berpengaruh terhadap anemia yang mengakibatkan pendarahan. Ini jelas berpotensi meninggalnya ibu/anak,” ungkapnya.

Diakuinya, selain warga di Desa Rawabelut beberapa perkampungan di Desa Sukaresmi Kecamatan Sukaresmi masih menjadi sorotan. Lantaran, tak sedikit diantaranya masyarakat masih minim kesadaran mengenai pentingnya pola hidup bersih dan sehat.

“Ini dipengaruhi kebiasaan mereka, sehingga mendorong kami untuk lebih pro aktif,” jelasnya.

Selain AKI/AKB, beberapa desa di Kecamatan Sukaresmi pun disoroti adanya DBD. Berdasarkan data, yang sudah ditangani di lapangan pasien DBD di desa cikanyere luma orang, Kawungluuwuk dua orang, Pakuon satu orang, dan Ciwalen satu orang.

“Mereka yang terjangkit DBD rentang usia mulai 7 tahun. Penyakit DBD ini terjadi akibat pengaruh sanitasi lingkungan. Makanya kami menggiatkan kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM),” terangnya.

Tak hanya itu jadwal penyuluhan pun giat dilakukan ke setiap pengajian. Mereka yang diberikan penyuluhan yakni warga yang tinggal di radius 100 meter dari rumah warga yang sudah terjangkit DBD. (w10/mrf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco