Bila Demam Disertai Bengkak Tenggorokan Itu Tandanya Bahaya Difteri. Makanya Dinkes Cianjur Laksanakan ORI

oleh

Bila Demam Dan Batuk Disertai Bengkak Tenggorokan Itu Tandanya Bahaya Difteri. Makanya Dinkes Cianjur Laksanakan ORI

 

Sukarma Wijaya (ke dua dari kanan) Kepala Puskesmas Cikondang saat melaksanakan kegiatan ORI sebagai upaya pencegahan penyakit Difteri yang dibantu Koramil dan Polsek serta Pujo Nugroho sebagai Camat Bojongpicung, siap melaksanakan amanat Kepala Dinas Kesehatan Cianjur untuk menuntaskan imunasi terhadap masyarakat 4 desa.

Bojongpicung, CIANJUR – Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur melaksanakan Outbrick Response Imunisation (ORI) sebagai upaya pencegahan penyakit Difteri  secara massal di Kampung Genteng Desa Cikondang  Kecamatan Bojongpicung tadi siang, Selasa (23/01).

Agenda tersebut, juga dihadiri dan dibantu oleh pihak Koramil, Polsek serta Camat Bojongpicung dengan Puskesmas Cikondang sebagai pelaksana pelayanan kesehatan setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Tresna Gumilar mengutarakanpenanganan penyakit Difteri harus dituntaskan dan jangan sampai ada yang tertinggal. Kalaupun ada yang belum terimunisasi harus segera dikejar.

“Harus di swiping, hingga Bojongpicung benar – benar bebas Difteri,” ujar Tresna yang datang disertai Sekretaris Dinasnya.

Sementara Kepala Puskesmas Cikondang, Sukarma Wijaya menerangkan ORI yang dilaksanakan karena pada Bulan Desember 2017 lalu terdapat 7 orang yang diduga terpapar penyakit Difteri. Ke 7 orang tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur dengan hasil analisa, 6 orang negative dan satu orang positif terkena penyakit Difteri.

“Yang terkena ini atasnama Ibu Naih usia sekitar 25 tahun,” ungkapnya.

Sukarma Wijaya menjelaskan cirri – ciri dari penyakit Difteri ini adalah demam yang disertai sakit tenggorokan saat menelan makanan. Penyakit yang satu ini tidak mengenal usia korban. baik bayi, anak – anak, remaja ataupun orang dewasa rentan terpapar. Proses penyebarannya sendiri melalui bersin dan batuk.

“Bila tidak dilakukan pencegahan, bisa mengakibatkan kematian,” ucap Sukarma.

Kegiatan pencegahan yang tadi dilaksanakan, lanjutnya, baru bisa merealisasikan imunisasi terhadap 85 orang Balita, 34 orang anak usia 5 sampai 7 tahun dan 30 orang anak usia 7 hingga 19 tahun jumlah semuanya adalah 149 orang. Jumlah tersebut belum memenuhi target sasaran dan akan dilanjutkan dikemudian hari.

“Yang tadi itu dilaksanakan di Posyandu Srikandi Kampung Genteng tempat suspek 2017 lalu diketemukan,” tambahnya.

Kepala Puskesmas Cikondang yang akrab disapa Bah Dede ini menegaskan kegiatan ORI dalam rangka pencegahan penyakit ini juga akan dilaksanakan di desa – desa lain yang masuk dalam penanganan pelayanan kesehatan Puskesmas Cikondang.

“Desa Sukarama, Jatisari dan Sukajaya pun akan kami sambangi,” pungkasnya. Rus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco