Panwaslu Khawatir Coklit Pemilu Terhambat

oleh

CIANJUR – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Cianjur melakukan pengawasan terhaap proses Pencocokan dan Penelitian (coklit) KPU Kabupaten Cianjur yang dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilihan (PPDP). Pada pelaksanaannya di lapangan, pengawasan dilakukan melalui Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dan Panitia Pengawas Lapangan (PPL).

Ketua Panwaslu Kabupaten Cianjur, Hadi Dzikri Nur, mengatakan hasil pengawasan di lapangan banyak menemukan PPDP yang hanya dibekali 5 – 25  form model A.A.2-KWK (stiker). Padahal, satu PPDP itu melakukan colit per TPS 100 bahkan lebih.  Sudah dipastikan setelah form A.A.2-KWK habis, kemudian petugas PPDP tidak bisa lagi melakukan coklit.

“Ini kan harus sesuai dengan PKPU Tahun 2017 Pasal 3, bahwa Form model A.A.2-KWK adalah sebagai bukti pencocokan dan penelitian (coklit),” kata dia.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan per hari Senin (22/012018), sebanyak 20 kecamatan telah melaporkan form model A.A.2-KWK telah habis. Selain masalah stiker, tambah dia, persoalan lain juga muncul dari kewajiban untuk menginput di aplikasi Sitagis.

Di Cianjur selatan misalnya, dengan koneksi data yang turun naik menjadi kendala bagi petugas PPDP. Tidak hanya masalah sinyal, permasalahan sumber daya manusia dalam hal ini PPDP kesulitan untuk mengoperasikan aplikasi tersebut.

“Kami khawatir dengan banyak nya kendala di lapangan bisa menghambat waktu pencocokan dan penelitan sampai tanggal 18 Februari 2018,” tandasnya. (ves/mrf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco