Cerita Aah, Calon PMI Asal Cianjur yang Nyaris Berangkat ke Timteng

oleh
Foto: M Reza Fauzie/Waktunews.com
DIPULANGKAN: Dua calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural asal Cianjur dipulangkan oleh Kemenaker.

CIANJUR – Aah Rohana (38), calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural atau ilegal asal Kampung Sindangkerta Desa Kertajaya Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur, menceritakan pengalamannya saat hampir berangkat ke Abudabi untuk bekerja. Dia menuturkan, Desember 2017 lalu dirinya diberi tahu oleh sponsor dan dibawa ke Jakarta.

“Pertama dikasih tahu sponsor lalu dibawa ke Jakarta sebelum tahun baru (Desember, red),” paparnya di Kantor DIsnakertrans Cianjur.

Dia mengaku tak tahu bahwa sejak 2011 pemerintah sudah memoratorium pemberangkatan calon PMI ke Timur Tengah. Namun pihak sponsor mengiming-imingi dan memberi jaminan, sehingga dirinya memberanikan diri kembali menjadi pekerja di luar negeri.

“Awalnya gak tahu (ada moratorium, red). Waktu itu saya berangkat 2011 pulang 2013 belum tutup (moratorium, red). Sekarang ini ibu gak thau karena sponsor bilangnya kalau pt itu gak ilegal bahkan punya jaminan. Makanya ibu memberanikan diri karena buat kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.

Usai dipulangkan, Aah mengaku memiliki rencana untuk kebutuhan sehari-hari. “Kalau ibu punya modal buat dagang di kampung. Tapi ya kalau gak ada, paling kerja di Jakarta,” tandasnya. (mrf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco