Akibat Cuaca Ekstrem, Pengusaha Ijuk Kesulitan Bahan Baku

oleh
Foto: Asep Hendrayana/Waktunews.com
KESULITAN: Pengusaha ijuk di Campaka kesulitan bahan baku saat cuaca ekstrem.

Campaka, CIANJUR – Musim penghujan yang terjadi belakangan ini berdampak buruk  pada para pengusaha ijuk. Sringnya terjadi hujan disertai angin membuat pasokan ijjuk dari petani menurun derastis. Hal tersebut sangat dirasakan oleh Dedi Kontiadi (46), pemilik pabrik ijuk di Kampung Susukan RT 11/RW 04 Desa Susukan Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur.

Menurut Dedi, akibat kurangnya pasokan ijuk dari petani, meraka harus rela kehilangan pesanan ijuk dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Jepang, dan Australia.

“Di musim penghujan seperti sekarang ini, bahan baku ijuk  sulit. Bahkan harganya lumayan mahal bisa mencapai Rp 3 ribu per kilogram dari petani,” kata Dedi saat ditemui di pabriknya.

Ia mengatakan, sulitnya bahan baku akibat intensitas hujan belakangan ini, membuat petani injuk tidak bisa beraktivitas. Hal itu karena jalan menuju tempat memetik ijuk sangat licin dan curam.

“Karena injuk diambilnya dari ujung batang pohon aren, sehingga ngambilnya pun harus menggunakan tangga yang terbuat dari bambu (sigay). Pastinya harus hati-hati saat pengambilannya,terlebih pohon aren mengeluarkan air dari batangnya,” katanya.

Dedi menerangkan, bukan saja bahan baku, tetapi kualitas ijuk pun jadi jelek karena tidak terjemur. Sedangkan bahan ijuk yang diperlukan demi kebutuhan ekspor adalah ijuk yang sudah kering atau sangat berkurang kadar airnya.

Ia juga menjelaskan ada beberapa macam jenis injuk, diantaranya kakaban (bahan baku) dari petani dengan harga Rp 3 ribu, dan jenis tebu (yang sudah dikemas sudah diikat) dan dibersihkan (disisir). Harga semi tebu dari petani Rp 7 ribu itu bahan untuk sapu, sikat,(SP), dan ada yang lebih lumayan harganya Rp 26 ribu tebu super yang juga untuk bahan baku SP.

“Nah, sekarang susah paling dalam sehari hanya mendapatkan 25 kilogram yang siap dijual,”katanya.

Dedi mengaku, usaha injuk yang ditekuninya sudah hampir sembilan tahun. Namun kali ini ia bersama karyawannya merasakan dampak dari cuaca eksttem. Hal ini membuatnya terpaksa harus berkeliling ke kampung-kampung untuk mendapatkan bahan baku injuk.

“Kalau biasanya dari daerah selatan para petani ijuk pada diantar ke sini, dan harganya lebih murah dari harga sekarang. Coba kalau di Cianjur ada kebun aren mungkin petani dan pengusaha ijuk tidak kesulitan seperti sekarang,”ujar dia sambil mengelus dada penuh harap.

Sedangkan Ikin Sodikin (50) pegawai pabrik ijuk milik Dedi, mengatakan hendaknya pemerintah memeperhatikan para petani injuk, terlebih para pengepul supaya tidak akan kesulitan dalam menyediakan bahan baku seperti sekarang.

“Saya yakin kalau pemerintah membuat lahan khusus pohon aren, semua petani ijuk tidak akan kesulitan,” katanya.

Menurt Ikin, karena aren itu manfaatnya besar. Misalnya, dari mulai daun itu bisa dijadikan sapu lidi, dari batangnya menghasilkan lahang bahan baku gula aren dan berbuah kolang kaling serta pohonnya pun bisa menghasilkan aci. Jadi pohon aren itu tidak ada yang terbuang..

“Saya berharap pemerintah bisa memperhatikan juga petani ijuk, terlebih pemilik pabrik.Karena Cianjur atau Jawa Barat ini penghasil injuk,” harapnya. (ves/mrf/rus)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco