Akibat Harga Anjlok, Tanpa Dipanen Sayuran Dibiarkan Membusuk

oleh
foto: Farhan/waktunews.som
MERUGI: Akibat harga yang terjun bebas. Sayuran hasil bertani berbulan – bulan sengaja dibiarkan membusuk diladang daripada tambah rugi dengan beban biaya kuli panen

Cipanas, CIANJUR – Para petani bingung dengan harga komoditi sayuran yang terus menurun. Sekarang ini, harga berbagai komoditi di tingkat petani harga jual sayuran terjun bebas. Sebagian petani pun merelakan sayurannya membusuk di ladang ketimbang harus mengeluarkan ongkos panen yang justru membuat petani tambah merugi.

Ujang Saefudin (51), salah seorang petani warga Kampung Tugaran Desa Cipanas mengatakan, hampir seluruh harga komoditi sayur yang ditanam oleh mayoritas petani di Kecamatan Cipanas seluruhnya anjlok.

“Kita juga bingung, padahal kalau musim hujan seperti ini, biasanya harga-harga mahal, karena ongkos dan biaya tanam naik. Ini malah turun dan cenderung tidak laku,” katanya.

Dia mencontohkan, harga wortel di tingkat petani, saat ini dibeli oleh tengkulak dengan harga Rp 3 ribu per kilogram. Harga itu tidak sebanding dengan ongkos biaya petik harian yang saat ini sebesar Rp 35 ribu – Rp 40 ribu.

“Biasanya kalau sehari itu kita bayar orang Rp 35 ribu, maksimal paling dapat 7 kilo. Ketimbang harus nombok, mending tidak usah dipanen,” keluhnya.

Ditambahkan, selain menghadapi harga yang rendah, petani juga saat ini dihadapkan pada serangan ulat yang tengah menyerang ladang.

“Sudah harganya rendah, kita juga bingung milihnya. Hampir mayoritas petani kali ini terkena hama dan juga membusuk sayurannya. Kami harapkan pemerintah peduli petani sayuran,” tutupnya. (W10/rus)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco