Kades Cimacan Insiasi Pembayaran Satu Pintu KRC dan TNGGP

oleh
Foto: Farhan/waktunews.com
KONSENTRASI: Dadan Supriatna, Kades Cimacan (tengah) dengan penuh konsentrasi memaparkan sistem pembayaran satu pintu kawasan wisata Cibodas dihadapan Bupati Cianjur, H. Irvan Rivano Muchtar dan Kepala Balai Konservasi Tumbuhan KRC-LIPI, R. Hendrian.

CIPANAS – Pemerintah Desa (Pemdes) Cimacan menginisiasi lahirnya kebijakan pembayaran satu pintu ke Kebun Raya Cibodas (KRC).

Selain ke KRC, sistem pembayaran satu pintu tersebut, saat ini diupayakan juga pembahasan tiket masuk satu pintu ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Hal ini dilakukan dalam upaya Peningkatan Asli Daerah (PAD) untuk Kabupaten Cianjur.

Kepala Desa (Kades) Cimacan, Dadan Supriatna menjelaskan, dasar dibuatnya kebijakan sistem pembayaran tiket masuk satu pintu di loket pintu gerbang masuk Balai Konservasi Tumbuhan KRC LIPI. Semuanya ini atas dasar seringnya terdengar keluhan wisatawan yang  ke KRC, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), dan tempat wisata lainnya di Cibodas.

“Wisatawan merasa ribet, bahkan ada yang jengkel harus banyak mengeluarkan biaya tiket masuk ke tiga lokasi kunjungan. Belum lagi uang parkir,” jelas Dadan.

Dadan memaparkan lebih detil, bahwa sebelumnya, pengunjung harus membayar tiket dua kali. Yakni di pintu masuk Pemda Kabupaten Cianjur, dan Gerbang KRC LIPI. Rinciannya adalah biaya masuk KRC Rp 9.500 per orang, dan retribusi pemda Rp 7000 per orang.

“Kini, atas dasar mediasi saya bersama Pemkab Cianjur, pembayaran bisa satu atap,” paparnya.

Dirinya berharap, upaya ini bisa berkontribusi terhadap  peningkatan PAD Kabupaten Cianjur. Pasalnya berdasarkan data tahun 2017 lalu yang dihimpun KRC jumlah pengunjung ke KRC 537.616 orang.

“Jika per tahun kunjungan ke KRC 537.616 orang dikalikan retribusi Pemda Rp 7.000 setahun bisa dihitung PAD yang dihasilkan berapa,” katanya.

Dadan juga menerangkan, saat ini pihaknya tengah fokus mengupayakan memediasi agar TNGGP juga bisa satu pintu pembayaran. Sehingga penyerapan PAD bisa lebih maksimal.

“Saya sudah berupaya memaksimalkan penyerapan anggaran agar tepat guna. Diharapkan Pemkab Cianjur bisa peduli untuk memberikan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) demi peningkatan infrastruktur dan peningkatan SDM masyarakat Cimacan,” terangnya.

Diakuinya, dengan ramainya wisatawan yang berkunjung ke Cibodas pastinya akan ada dampak sosial yang harus dipikirkan. Makanya diharapkan, baik Pemkab Cianjur, KRC, dan TNGGP bisa peduli dengan pembangunan di wilayah Desa Cimacan.

“Sudah 13 tahun warga Cibodas dan saya berjuang agar bisa berlaku pembayaran satu pintu. Baru sekarang bisa terwujud. Nantinya gerbang di depan akan digunakan sebagai tempat kontrol kendaraan yang berkunjung, sehingga pelayanan semua bisa terpadu,” tukasnya. (w10/rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco