UNESCO Tetapkan Destinasi Wisata Alam KRC Sebagai Cagar Biosfer

oleh
Foto: Farhan/ waktunews.com
DIAKUI DUNIA: Kebun Raya Cibodas yang diakui Badan Unisco PBB sebagai Cagar Biosfer di Indonesia, mengundang selera tinggi wisatawan domestik dan manca negara dengan keindahan alam serta udara sejuknya.

CIPANAS –  Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas (BKT KRC – LIPI) memiliki panorama alam yang mempesona. Selain pemandangan yang indah, Cibodas memiliki udara amat sejuk dan menentramkan hati.

Setelah sebelumnya Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) ditetapkan oleh Badan PBB UNESCO sebagai Cagar Biosfer pertama di Indonesia, kini Kebun Raya Cibodas pun dinobatkan pemegang predikat yang sama.

Tatang, bagian jasa informasi dari KRC mengutarakan, sebagai salah satu Tourist Destination Area dan sebagai The Second Tourist Wonder of West Java dari The Seven Tourist Wonder of West java. Tak pelak jika setiap tahunnya Kebun Raya Cibodas dikunjungi sekitar satu juta orang, baik itu wisatawan domestik yang datang dari Jakarta, Bogor dan sekitarnya maupun manca negara.

”KRC pun ditetapkan sebagai Kebun Raya model untuk pendidikan anak-anak usia dini oleh Badan Internasional perkebunrayaan (Botanic Gardens Conservation International),” ujar Tatang.

Tatang memaparkan, KRC ini awalnya merupakan tempat aklimatisasi jenis-jenis tumbuhan asal luar negeri yang mempunyai nilai penting dan ekonomi yang tinggi. Salah satunya adalah Pohon Kina (Cinchona calisaya). Hingga akhirnya status Kebun Raya Cibodas menjadi lebih mandiri sebagai Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas.

”Hal itu yang membuat KRC memiliki banyak pesona alam dan kerap dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara,” paparnya.

Bagaimana tidak, lanjutnya, dengan lokasi Kebun Raya Cibodas-LIPI yang berada di kaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango, membuat udaranya amat sejuk, ditambah lagi pemandangannya begitu indah. Hal tersebut inilah yang menjadi daya tarik para wisatawan ke Cibodas.

”Kebun Raya Cibodas, menjadi lokasi nyaman untuk beristirahat sambil menikmati keindahan berbagai jenis tumbuhan, baik yang berasal dari Indonesia dan berbagai negara lain di dunia. Makanya mari datang ke KRC dan rawat bersama keberlangsungan lingkungan di KRC demi keselamatan di masa mendatang,” pungkasnya. (W10/rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco