Terancam Longsor, Tujuh Rumah di Kampung Jemprak Mengkhawatirkan

oleh
Foto: Istimewa

CIPANAS –  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mengimbau kepada warga Desa Ciloto Kecamatan Cipanas dan Desa Rawabelut Kecamatan Sukaresmi yang terdampak longsor, untuk selalu waspada. Penghuni yang masih menempati rumahnya di daerah terancam longsor agar segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Dodi, mengatakan, berdasarkan hasil assessment, longsor di Kampung  Jemprak RT 09/RW 03 Desa Ciloto Kecamatan Cipanas disebabkan hujan deras dan berlangsung lama di wilayah Kabupaten Cianjur. Hal itu mengakibatkan debit air dalam tanah tinggi sehingga terjadi tanah longsor.

Ia mengatakan, akibat dari kejadian tersebut Tembok Penyanggah Tanah (TPT) ambruk pada jalan lingkungan di Kampung Jemprak yang berakibat terhambatnya jalur lalu lintas warga dan jalur perekonomian.

“Ada tiga unit rumah dan lima keluarga, dengan jumlah 19 jiwa. Adapun jumlah warga yang terdampak langung dari kejadian tersebut sebanyak 1 RT, 50 KK dan 4 RT yang terdampak secara ekonomi,” ungkapnya.

Dodi mengatakan, kejadian bencana pergerakan tanah di Kampung Gunung Hawu RT 04 RW 02 Desa Rawabelut Kecamatan Sukaresmi, sama yakni diakibatkan hujan yang terjadi terus-menerus. Akibatnya, banyaknya kandungan air di dalam tanah serta ditambah kondisi tanah di Desa Rawabelut yang labil sehingga menyebabkan pergerakan tanah terus terjadi.

“Akibat dari pergerakan tanah tersebut adanya pemukiman warga yang rusak dan terancam,” katanya.

Dari hasil survei di lapangan, satu unit rumah rusak berat atas nama Junaedi yang ditempati oleh 6 keluarga dan lima unit rumah terancam longsor, terdiri dari lima keluarga atau 22 jiwa. Pihaknya berupaya memberikan penanganan dan memberikan himbauan kepada masyarakat agar selalu dalam menghadapi musim hujan.

“Bagi rumahnya yang rusak berat sudah dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Selanjutnya kita berikan bantuan logistik kepada pemilik rumah yang rusak berat berupa peralatan makan, family kit dan paket kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Desa Ciloto Tjutju Hidayat mengatakan, semenjak tiga hari terakhir londisi tujuh rumah di Kampung Jemprak sangat mengkhawatirkan. Posisi tebing rumah sudah mulai keropos dan kalau tidak ditangani dengan cepat maka dipastikan rumah tersebut akan ambrol.

“Besok pagi akan dikerjabaktikan, kita berupaya untuk memperbaiki penahan tanah dan membuat akses jalan penghubung untuk ke dua RT 09 dan RT 07  RW 03. Sebagai kepala desa sangat berharap ada perhatian dari pemerintah daerah,” pungkasnya. (ves/mrf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco