Kisah Irwan Mendirikan Kedai Ladanya

oleh
Foto: Istimewa
KHAS: Kedai Ladanya menyediakan kuliner khas Jepang.

CIANJUR – Inspirasi dalam berbisnis dapat diperoleh dari mana saja. Seperti Irwan Zaelani, pemilik Kedai Ladanya sejak September 2015.

Kedai yang terletak di Jalan Pangeran Hidayatullah No 32 Lantai 2 Joglo Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur itu, menawarkan kuliner dengan nuansa tradisional Jepang.

Awalnya, Irwan hanya kebetulan sedang mencari lokasi untuk membuka usaha kuliner. Saat mendapatkan lokasi tersebut, Irwan mencoba menyesuaikan kuliner yang cocok untuk dipasarkan.

Sebelumnya, Irwan memiliki usaha kuliner maranggi. Namun menurutnya memasarkan maranggi tidak akan cocok dengan lokasi yang dia dapatkan tersebut. Lalu dipilihlah kuliner khas Jepang.

Selain dirasa unik, Irwan memiliki teman-teman dari komunitas jepang yang bisa membantu memberikan inspirasi mengenai usaha kulinernya tersebut.

“Soalnya tempat kami kan di lantai dua, agak repot kalau untuk orangtua-orangtua yang mau ke sini. Pelanggan maranggi biasanya keluarga sedangkan tempat parkir kami juga gak begitu luas,” ujarnya, Jumat (9/2/2018).

Lokasi tersebut dipilih Irwan karena dirasa ramai. Setelah memilih jenis kuliner yang akan cocok untuk dipasarkan dilokasi tersebut, dia pun memulai untuk menentukan target market yaitu para pelajar.

Lokasi Kedai Ladanya tersebut memang berada pada jalur pulang-pergi para pelajar MAN 1 Cianjur, SMAN 1 Cianjur, SMKN 1 Cianjur, SMAN 2 Cianjur, dan beberapa sekolah lainnya. Irwan mengaku, Ladanya cukup sukses menarik para pelajar sebagai pelanggan, namun sejak pergantian sistem pembelajaran menjadi fullday school, sudah sangat jarang terlihat siswa-siswi sekolah mengunjungi Ladanya.

“Kalau dulu dari siang udah suka rame sama anak-anak pulang sekolah yang ngerjain tugas, ngobrol, santai, sampe tidur-tiduran,” tambah Irwan bercerita.

Suasana kedai ala tradisional Jepang yang diusung oleh Ladanya menjadi semakin lengkap dengan menu khas yang Ladanya tawarkan. Seperti Sushi, Ramen, Donburi, dan lain-lain.

Harganya pun cukup ramah karena pada awalnya, Irwan memang mematok harga yang dapat sesuai dengan dompet para pelajar.

Untuk minuman harganya mulai dari Rp 3 ribu sampai Rp 12 ribu. Harga makanan mulai dari Rp14 ribu hingga Rp 55 ribu.

“Setiap menu sudah punya pelanggan setia masing-masing,” ucapnya.

Irwan mengaku, mengenai menu masakan Jepang dirinya belajar dari salah satu temannya dan situs YouTube. Nama Kedai Ladanya sendiri diambil dari kata “Lada”, yang dalam bahasa Sunda berarti pedas. Sebelum memiliki lokasi usaha berupa kedai, Irwan membuka pesanan makanan jepang seperti Sushi dengan ciri khas sausnya yang pedas atau “Lada”.

“Pas buka kedai ini, jadinya dinamain Ladanya aja,” ujarnya.

Jika ingin mencoba makanan khas jepang dengan nuansa kedai tradisionalnya, bisa langsung berkunjung ke Kedai Ladanya yang buka setiap hari pada pukul 10.00 hingga 21.30. Namun Ladanya pun menyediakan layanan delivery bagi pelanggan yang tak bisa berkunjung langsung ke kedai. (Gita Hanifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco