Ternyata Inilah Penyebab 22 Ekor Sapi Perah di Bunikasih Mati

oleh
Foto: Istimewa ILUSTRASI SAPI PERAH
Foto: Istimewa
ILUSTRASI SAPI PERAH

CIANJUR – Matinya 22 ekor sapi milik Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat bulan lalu bukan disebabkan penyakit menular. Namun karena ditemukan racun dalam pakan rumput dengan dosis yang cukup besar.

Kepala Seksi Pelayanan Pembibitan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan UPTD Balai Pembibitan dan Pengembangan Inseminasi Buatan Ternak Sapi Bunikasih, drh Andy Hariswan, menuturkan temuan itu berdasarkan hasil laboratorium patologi hewan Institut Pertanian Bogor (IPB). Hasilnya baru didapat pada Kamis (8/02/2018) kemarin.

“Sudah ada hasilnya dari dua laboratorium di Bogor mengatakan bahwa penyebab matinya 22 ekor sapi perah karena ditemukan racun dalam dosis tinggi di dalam lambung hewan. Jadi bukan karena penyakit yang menular,” ujar Andy saat ditemui di Balai Bunikasih, Jumat (9/2/2018)

Dia mengatakan, dalam penanganan kasus 22 ekor sapi perah mati, pihaknya selama sebulan terakhir menerapkan prosedur penanganan wabah secara umum penyakit menular. Selain menutup area dan mengisolasi ternak, pihaknya juga memperketat dan menjalankan bio security.

Prosedur sebelum ada hasil laboratorium tetap menggunakan standar penanganan penyakit hewan yang bisa menular ke manusia.

“Maaf kalau tadi harus disemprot terlebih dahulu sebelum masuk ke sini. Selain pengendara kendaraannya juga harus kami semprot terlebih dahulu. Standar ini kami lakukan selama pemeriksaan laboratorium selama sebulan ini,” katanya.

Andy mengatakan, balai tidak melepaskan standar bio security setelah mengetahui hasil laboratorium yang menyebutkan bahwa ternak mati karena racun. Balai tetap menggunakan standar bio security. Memasuki balai yang masuk ke kawasan Warungkondang ini memang semua orang dan kendaraannya harus disemprot terlebih dahulu.

Penyemprotan dilakukan secara otomatis di pintu gerbang denga menggunakan peralatan otomatis. Setelah pintu gerban dibuka, beberapa titik akan menyemprotkan air dari sisi kanan dan sisi kiri. Sehingga, pengendara dan kendaraan terlindungi dari bakteri.

“Terkait langkah selanjutnya dari kasus ini kami serahkan kepada pihak yang berwajib,” tutupnya. (Asep Hendrayana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco