Pemdes Batulawang Desak Perbaikan Jalur Puncak 2

oleh

CIPANAS – Jalur Puncak II menjadi penghubung antara Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bogor pascalongsor yang terjadi di jalur Puncak 1. Sayangnya, Jalur tersebut sangat terjal dan berlumpur. Puluhan kendaraan harus mengantre di tanjakan yang ekstrim di Kampung Cidaweung Desa Batulawang Kecamatan Cipanas.

Kepala Desa Batulawang, Nanang Rohaendi menjelaskan saat kawasan jalur Puncak I ditutup, setiap akhir pekan banyak kendaraan yang melintasi kawasan Puncak II untuk menuju kawasan Cianjur dan sekitarnya. Rata-rata kendaraan yang melintas adalah kendaraan pelat B yang berasal dari daerah Bekasi, Jakarta, Tangerang, dan Bogor.

“Mereka kini mulai menggunakan jalur Puncak 2, karena banyak pengendara cemas adanya longsor di Puncak 1,” tuturnya.

Banyak kendaraan yang terselip karena jalur yang berlumpur dan harus dibantu warga untuk dapat keluar. Hujan yang  turun setiap hari membuat kondisi jalan semakin parah.

“Makanya kami mendesak ada perbaikan jalur Puncak 2. Terlebih selama ini pemerintah sudah beberapa kali ingin memperbaiki jalur Puncak 2, namun sampai saat ini belum ada realisasi,” paparnya.

Vira (39) warga Tangerang yang hendak berkunjung ke Cibodas menjelaskan, dia bersama keluarganya menempuh jalur Puncak 2 karena mendengar jalur Cipanas yang rawan longsor.

“Sayangnya saat saya melintas ternyata jalur tersebut rusak berat, padahal jalur itu sangat cocok untuk dilintasi,” jelasnya.

Diakuinya jalur Puncak 2 bisa menjadi destinasi baru karena pemandangannya yang indah.

“Kalau saja jalur disini bagus, pastinya kami bakal lewat disini dari pada jalur puncak 1 yang rawan bencana,” tukasnya. (Farhaan Muhammad Ridwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco