Pergerakan Tanah Ancam Warga di Desa Batulawang

oleh
RUSAK: Rumah warga di Desa Batulawang rusak karena pergeseran tanah. Puluhan rumah lainnya ikut terancam dan harus segera dievakuasi.

CIPANAS – 17 unit rumah rusak dan puluhan rumah lainnya terancam akibat Pergerakan tanah di Kampung Sindanglangu RT 05/11 dan Kampung Lemburwarung RT 03/10, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas.

Kepala Desa Batulawang, Nanang Rohendi mengaku sudah menerima laporan pergerakan tanah di Kampung Sindanglangu.

“Sudah ada beberapa kajian, wilayah tersebut memang rawan pergerakan tanah, kami menunggu persetujuan dari pihak perkebunan untuk merelokasi warga,” ujar Nanang ditemui di Kantor Desa Batulawang.

Data sementara sekitar 70 kepala keluarga tinggal di pemukiman yang rawan tersebut. Pihaknya mengatakan sudah mendapat kabar dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur yang sudah menurunkan tim untuk melakukan pendataan dan tindakan pencegahan.

“Tim dari BPBD Kabupaten Cianjur sudah turun hari ini, kami menunggu hasilnya seperti apa, apakah harus cepat direlokasi atau tidak,” ujarnya.

Saeful Anwar, Ketua Yayasan Hijau Lingkungan Lestari Hutan Cianjur sudah melaporkan adanya bencana pergerakan tanah yang mengancam puluhan kepala keluarga di dua desa tersebut dan mengusulkan untuk proses evakuasi.

“Saya sudah mengirim surat kepada dinas terkait agar segera dilakukan langkah pencegahan agar tidak menimbulkan korban,” paparnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Dodi Permadi mengatakan, bahwa bencana pergerakan tanah di dua kampung tersebut sudah terjadi sejak tahun 2015. Kerusakan yang terjadi saat ini diduga karena kembali terjadi pergerakan karena cuaca buruk.

“Penyebabnya karena intensitas hujan yang cukup tinggi yang saat ini sehingga mengakibatkan kembali terjadi pergerakan tanah yang semakin meluas,” jelasnya.

Dijelaskannya kerusakan yang terdata sebanyak 17 rumah terancam, ruas jalan Kampung Sindanglangu ambles 126 meter, lahan kebun dan sawah seluas 4 hektare rusak berat.

“Kami imbau warga untuk selalu waspada, kami menyarankan untuk merelokasi warga kampung sebagai upaya melakukan pencegahan agar tak timbul korban. Lokasi dua kampung ini berada di kaki Gunung Baud, wilayah desanya berbatasan dengan wilayah Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor,” tukasnya. (Farhaan Muhammad Ridwan / Asep Hendrayana )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco