Penggiat Seni dan Budaya Gelar Ngalokat Cai Cadas Gantung

oleh
Foto: Farhaan Muhammad Ridwan/waktunews.com

PACET – Para penggiat seni sunda bersama masyarakat Pacet dan Cipanas menggelar “Ngalokat Cai” dalam rangka memperingati hari air se-dunia di Cadas Gantung Pacet, Kamis (22/3).

Puluhan masyarakat memadati areal Cadas Gantung dan mengikuti acara ngalokat Cai.Turut hadir Kapolres Cianjur AKBP Soliyah beserta perwakilan dari Pemdes Gadog, Cibodas, serta Kecamatan Pacet.

“Gagasan ngalokat air ini membuktikan kepada dunia, bahwa bangsa Indonesia sejak ribuan tahun silam sudah menghargai dan mensyukuri air. Berbeda dengan Amerika yang baru sejak 1970 memperingati Hari Air se – dunia di tanggal 22 Maret. Jadi ini memastikan bahwa bangsa kami sudah jauh sebelumnya,” ujar Penggiat seni budaya dan lingkungan Eko Wiwid

Diakuinya pihaknya bukan menolak peringatan hari bumi yang se – dunia dilaksanakan tetapi Bangsa Indonesia ini sudah punya ciri kearifan lokal.
Sudah sejak lama Ngalokat cai ini merupakan gerakan kebudayaan dalam menyelamatkan lingkungan hidup.

“Ini merupakan bentuk syukur kepada Sang Maha Pencipta, yang selama ini sudah memberikan kenikmatan salah satunya air. Jadi manusia jangan sombong, (Sangkan ngarti tur surti kana diri) kita harus mengerti dan memahami terhadap diri kita,red, ” ujarnya

Eko sangat mengapresiasi tokoh publik yang datang, salah satunya Kapolres Cianjur AKBP Soliyah. Dirinya berharap masyarakat lebih menjaga sumber mata air, dengan mengembalikannya kepada kearifan lokal.

“Jangan sampai air dikuasai pihak swasta. Sehingga lingkungan bisa benar terjaga dengan baik,” ungkapnya.

Penggiat Seni Budaya, Fajri menambahkan kawasan Cadas Gantung ini kaya akan sejarah dan budaya. Tentunya ini harus dibuka dan dipahami bersama, terlebih aliran air dinikmati untuk masyarakat.

“Dulu salah satu sejarahnya sebelum ke Gunung Gede, para pemangku jabatan di berbagai kerajaan mensucikan diri terlebih dahulu disini. Sehingga memang di Cadas Gantung ini salah satu tempat sakral dan bersejarah,” paparnya.

Pihaknya bersyukur prosesi seperti ini bisa dilaksanakan secara turun temurun. Diharapkan ini bisa dijaga demi keharmonisan alam. (Farhaan Muhammad Ridwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco