16 Kios di Kawasan Puncak Kembali Dibongkar

oleh
Foto: Farhan Muhammad Ridwa Sadar: Para pedagang kios di Kawasan Puncak Pass membongkar sendiri kios miliknya untuk di revitalisasi Kementrian PUPR. Selama dua hari pembongkaran kiosnya mereka dibantu Satpol PP, TNI serta Polri.

CIPANAS –  Sejak Hari Minggu kemarin hingga Tanggal 2 April 2018 sekarang, sebanyak 16 unit warung kaki lima di Bukit Puncak Pass mulai dibongkar oleh pemiliknya masing-masing. Nampak petugas gabungan terdiri dari Satpol PP, unsur TNI dan Polri turut membantu dalam pembongkaran kios tersebut.

Kepala Seksi Operasi Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur Heru Haerul Hakim mengatakan, kegiatan pembongkaran sebanyak 16 kios ini merupakan tindak lanjut dari intruksi Kementerian PUPR. Bahwa lahan yang ditempati pedagang merupakan lahan rawan terjadi longsor.

“Ke 16 pedagang tersebut nantinya akan direlokasi di seputaran Pasar Cipanas,” katanya.

Heru mengutarakan, pembongkaran tidak dilakukan oleh petugas satpol PP atau petugas lainnya, melainkan dibongkar oleh pemilik kios masing-masing. Pihaknya hanya mempersiapkan sarana untuk pengangkutan barang material.

“Kami tidak melakukan pembongkaran secara paksa. Para pemilik warung, membongkar dengan cara masing-masing. Kita hanya mempersiapkan fasilitas pengakutan saja,” ujarnya.

Setelah dilakukan pembongkaran terhadap 16 kios tersebut, lanjut Heru, akan dilanjutkan pengikisan tebing setinggi 20 meter. Selanjutnya, di area itu akan bangun jalan umum oleh pihak Kementrian PUPR. Dan rencananya, menjelang Idul Fitri ini jalan tersebut sudah bisa digunakan.

“Berdasarkan hasil rapat para pimpinan, bahwa pembangunan jalan ini. Sebelum hari raya Idul Fitri sudah bisa digunakan,” tambahnya..

Sedangkan Iding Sulaeman (50), salah seorang pedagang di Bukit Puncak Pass mengaku, dirinya sejak tahun 1994 sudah berjualan di area tersebut. Dirinya merasa tak bisa berbuat banyak ketika kios miliknya harus dibongkar.

“Ya, saya pasrah saja pak. Kita disini menempati lahan milik pemerintah, jadi mau tak mau harus mengikui aturan,” kata Iding disela-sela pembongkaran kios miliknya.

Sementara Kapolsek Pacet, Kompol Suhartono menegaskan, terkait pembongkaran sebanyak 16 kios ini, pihaknya hanya membantu pengamanan saja atas perintah dari kementrian PUPR yang ditembuskan ke jajaran TNI dan Polri tentang rencana pembukaan jalur baru. Mengingat jalur sekarang rawan bencana.

” Kita hanya upaya bentuan pengaman saja dari Polri dan TNI,” paparnya.

Dia menyatakan, selama penertiban pedagang puncak sampai dengan saat ini, masih di posisi aman dan terkendali karena pembokarannya pun atas inisiatip dari pedagang masing-masing.

” Yang jelas kita harus dukung dengan program pembukaan jalur ini tujuannya untuk kemanfaatan bersama,” tukasnya. (Farhaan Muhammad Ridwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco