Karang Taruna Nagasari Kembangkan Lele Bioflok

oleh
Foto: Farhan Muhammad Ridwan/ waktunews.com,    Karang Taruna Nagasari Unit RW 9 Kampung Babakan Desa Sindanglaya Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, optimis budidaya lele Bioflok yang dikelolanya bermasa depan cerah. Baru dirintis tiga bulan saja, sudah ada permintaan 10 ton per minggu dari pengusaha asal Brunai Darussalam.

CIPANAS – Karang Taruna Nagasari Unit RW 9 Kampung Babakan Desa Sindanglaya Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, kembangkan budidaya lele dengan menggunakan sistem Bioflok. Meskipun baru berjalan tiga bulan, usaha yang dirintis Karang Taruna Unit 9 ini, optimis bisa berkembang.

Ketua Karang Taruna Nagasari Unit RW 9 Kampung Babakan, Dadang Fason Haji menjelaskan, saat ini dengan menggunakan sistem bioflok, yakni berternak lele dengan menggunakan terpal untuk jenis lele sangkuriang.

“Untuk pengembangan lele ini dengan menggunakan air khusus yakni dengan kadar air PH 5 sampai 7 dan kandungan nutrisi dan protein (ppm) 750 sampai 850. Jadi airnya juga tidak sembrangan, ” paparnya.

Dadang menjelaskan, air limbah dari dari kubangan terpalnya pun bisa dimanfaatkan untuk pupuk pada penanaman sayuran seperti selada, sawi dan lain – lain.

“Jadi air dari lele ini kaya akan manfaat,” jelasnya.

Sedangkan Ketua Karang Taruna Neglasari Desa Sindanglaya, Deden Permana memaparkan, untuk pengembangan bioflok ini  menggunakan media ukuran kolam berukuran dua meter dengan tinggi 1,25 meter. Ukuran kolam tersebut  untuk sebaran benih lele sebanyak 2000 sampai 2500 ekor. Meski baru dirintis, permintaan pasar sudah 20 ton per minggu, salah satunya perminaan ke Brunei Darusalam.

“Kami sangat bangga dengan pengembangan lele ini, dan tentunya ini bisa menjadi percontohan untuk karang taruna lainnya. Kami akan dorong dari sisi managemen sehingga bisnis lele yang menjanjikan ini bisa maju ” ujar Deden Permana. (Farhaan Muhammad Ridwan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco