Pohon Kelapa Bukan Penyebab Banjir Bandang

oleh
Foto: Ruslan Ependi/ waktunews.com,
Kadis PPTPH Kabupaten Cianjur, M. Nano, dengan santai menjelaskan keberadaan pohon kelapa disepanjang trotoar kawasan Cianjur Kota bukanlah biang keladi musibah banjir besar yang terjadi tempo hari.

CIANJUR – Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Perkebunan Tanaman Pangan dan Holtikultura (PPTPH) Kabupaten Cianjur, Mamad Nano menyayangkan opini sebagian masyarakat yang menyatakan bahwa, banjir Sungai Cianjur yang terjadi Hari Sabtu (07/04/2018)  lalu akibat ditanamnya pohon kelapa disepanjang trotoar kawasan perkotaan.

Ditemui di ruang kerjanya, Kadis PPTPH mengatakan, persoalan banjir Sungai Cianjur lebih pada permasalahan di hulu sungai, yakni kawasan Kaki Gunung Gede Pangrango. Selain itu endapan lumpur yang sekian tahun belum dikeruk, menjadikan jalur sungai menjadi dangkal.

“Penjagaan kawasan Puncak sebagai daerah resapan air, dan pengerukan mungkin jawaban tepat untuk menghindari kejadian banjir lagi di kemudian hari,” katanya (12/04/2018)

Menurutnya, keberadaan pohon kelapa di sepanjang trotoar di kawasan Cianjur Kota dan Cipanas adalah untuk menyerapan polusi udara, penyebaran oksigen yang baik dan menjadi daya tarik tersendiri bagi tamu dari luar kota.

“Cianjur ingin berbeda dari daerah lainnya, agar para tamu dari luar kota punya ingatan tersendiri pohon kelapa di trotoarnya,” ujarnya.

Jadi, lanjutnya, bila disangkut pautkan antara banjir besar dengan keberadaan pohon kelapa di tengah kota, relevansinya darimana?. Ditanami pohon apapun, banjir akan tetap melanda karena persoalan intinya ada di hulu Sungai Cianjur dan sendimen lumpur disepanjang jalur sungai tersebut.

“Kalau persoalan keselamatan pengguna jalan, bagian pertamanan yang akan rutin mengecek pohon kelapanya,” pungkasnya. (Ruslan Ependi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco