KPU Cianjur Gelar Bimtek Pelayanan Disabilitas di Pilgub Jabar

oleh
Foto: Ruslan Ependi,
Samarata: Bimtek tatacara pemilihan pada Pilgub Jabar 2018 oleh KPU Kabupaten Cianjur untuk menjaga hak para penyandang disabilitas samarata dengan masyarakat non disabilitas.

CIPANAS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek)  pelayanan disabilitas dalam pemungutan suara pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur  (Pilgub) Jawa Barat (Jabar) Tahun 2018, bertempat di Palace Hotel Cipanas, selama dua hari 13 sampai 14 April 2018.

Bimtek ini diikuti oleh 32 PPK Divisi SDM dan Parmas Se-Kabupaten Cianjur dan dihadiri oleh Ketua KPU Kabupaten Cianjur Anggy Shofia Wardany, Komisioner Divisi SDM dan Parmas Hilman Wahyudi, Komisioner Divisi Hukum Selly Nurdinah, Sekretaris KPU Kabupaten Cianjur Endan Hamdani, serta para Kasubag KPU Kabupaten Cianjur. Untuk narasumber pada acara ini adalah Nina Yuningsih selaku Komisioner SDM dan Parmas KPU Provinsi Jawa Barat dan Ketua PPDI (Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia) Kabupaten Cianjur yaitu Asep Hermawan

Anggi Shofia Wardani, Ketua KPU Kabupaten Cianjur mengutarakan, hingga kini, tingkat partisipasi penyandang disabilitas terhadap Pemilu dianggap belum maksimal.  Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan pelayanan untuk memudahkan kelompok pemilih disabilitas pada hari pelaksanaan pemungutan suara.

“Tujuan diselenggarakannya Bimtek ini yaitu salah satunya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat khususnya kelompok pemilih disabilitas dalam Pilgub Jabar 2018,” ujarnya.

Sedangkan Nina Yuningsih mengungkapkan, petugas harus lebih proaktif terhadap pemilih, terutama dalam memprioritaskan penyandang disabilitas, Ibu hamil, dan orang sakit.

Menurut Nina, KPU Provinsi Jawa Barat sendiri telah menyediakan berbagai fasilitas pelayanan seperti template, aplikasi, dan lain sebagainya untuk para penyandang disabilitas, jadi Petugas harus lebih proaktif terhadap Pemilih.

“Ingat! disabilitas bukan orang yang serba kekurangan, tetapi mereka adalah orang yang luar biasa. akan tetapi hanya ada sedikit perbedaan kemampuan saja,’ tegas Nina.

Sementara perwakilan dari kalangan disabilitas, Asep Hermawan, disela-sela sesi simulasi tata cara pelayanan terhadap kelompok pemilih disabilitas pada saat pemungutan suara mengatakan, dirinya beserta dengan para penyandang disabilitas menginginkan hak yang sama dengan masyarakat non disabilitas

“Saya ingin hak kami disamaratakan,” tambah Asep. (Ruslan Ependi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco