Dirosah Ula MDS Rijalul Ansor akan Segera Digelar

oleh
Foto: Ruslan Ependi/ waktunews.com,
KH. Cepy Hibbatullah (baju koko hitam) diapit Komandan Banser Cianjur KH. Dede Badri As Shuyuti dan Pimpinan Ponpes Al Musyarofah KH. Abdul Muin (ke 3 dari kanan) beserta para pentolan MDS Rijalul Ansor lainnya siap melaksanakan Dirosah Ula bulan Mei mendatang demi mengejawantahkan wajah Islam yang Rahmatan Lil Alamin.

CIANJUR – Dirosah Ula, atau belajar memahami dan mengkaji faham Islam ala Ahlussunah Wal Jamaah (Aswaja) akan segera terlaksana oleh Majlis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Kabupaten Cianjur selama dua hari Sabtu dan Minggu, Tanggal 5 sampai 6 Mei 2018 yang rencananya bertempat di Pondok Pesantren Al Musyarofah Kecamatan Warungkondang.

Dalam pengamatan Tim waktunews.com, perkembangan pergerakan para Ulama Muda serta santri senior yang tergabung dalam MDS Rijalul Ansor, sebagai Badan Semi Otonom dari Gerakan Pemuda Ansor di Kabupaten Cianjur sangat dinamis,energik dan saling bersinergi satu sama lainnya, namun tetap mengedepankan adab yang baik, sebagaimana layaknya watak warga Nahdliyin (warga NU).

Pengasuh Pondok Pesantren Salapy Hibbatussadiyyah Nagrak, yang sekaligus Ketua Umum MDS Rijalul Ansor Kabupaten Cianjur, KH. Cepy Hibbatulloh pernah menjelaskan tugas pokoknya adalah sebagai penyambung persaudaraan sesama ummat Islam ala Ahlussunnah Wal Jamaah. Baik itu dalam Jam’iyyah (organisasi) Nahdlotul Ulama (NU) ataupun masyarakat luar yang belum mengetahui NU itu apa, untuk siapa dan bagaimana.

“Teknisnya, kita mengamalkan amaliyah-amaliyah Aswaja dan mengenal bahwa organisasi kaum Aswaja itu NU,” jelasnya.

Lulusan Ponpes Al Musri Ciranjang, Lasem Jateng dan Madinah ini merasa perlu berjuang lewat berorganisasi untuk turut serta menangkal serangan-serangan pihak Islam dari golongan lain yang senantiasa menuduh amaliyah Aswaja sebagai kegiatan bid’ah dholalah, khurafat, syirik, musyrik bahkan sampai berani mengkafirkan muslim lain.

“Nah MDS Rijalul Ansor hadir, salah satunya untuk mengajak berdiskusi dengan orang-orang yang paling doyan menghukumi muslim lain dengan sebutan negatif tadi,” tegasnya.

Kembali pada rencana Dirosah Ula yang akan kami selenggarakan, lanjut Ajengan (kyai) Hibbat, di acara tersebut kami akan gembleng para kader supaya mampu menjawab tantangan jaman tanpa harus meninggalkan ciri khas sebagai warga NU yang toleran, moderat tapi bisa juga tegas apabila sudah menyangkut pada persoalan yang prinsipil.

“Sebagai organisasi cucunya NU, kami berkewajiban pula mengejawantahkan wajah Islam yang rahmatan lil alamian,” tukasnya. (Ruslan Ependi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco