Jalan Sepi Ditinggal Supir Angkot dan Opang

oleh
Foto: Ruslan Ependi/waktunews.com Jalanan yang sepi akibat aksi mogok supir Angkot dimanfaatkan warga alih profesi jadi ojek dadakan.

CIANJUR – Seluruh jalur di Kabupaten Cianjur terlihat sepi, bahkan terbilang kosong oleh lalu-lalang Angkutan Kota (Angkot) yang kompak berdemo ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur, Kamis (19/04).

Titik-titik strategis jalur yang biasa dilalui angkot dijaga oleh sebagian kecil supirnya agar tidak ada satupun rekan kerjanya yang membandel jalan dan mengambil penumpang. Terlihat pula beberapa kumpulan calon penumpang yang kebingungan karena tidak bisa melanjutkan perjalanan pulang maupun ketempat tujuannya.

Kowi (34), salah seorang supir angkot yang turut berjaga dipertigaan antara Jalan KH. Hasyim Asyarie dan Jalan Arief Rahman Hakim menuturkan, para supir angkot dan ojeg pangkalan (Opang) sangat terganggu dengan keberadaan jasa angkutan berbasis online seperti Grabb.

“Grabb motor dan mobil harus tidak ada !,” ucapnya dengan keras yang diamini oleh teman-temannya.

Dirinya mengakui, keberadaan Grabb baik motor ataupun mobil sudah mengambil sebagian besar jatah hidup keluarganya.

“Sekarang ini, jangankan buat biaya hidup. Buat setoran saja tiap hari kami sering nombok,”katanya.

Dirinya mempertanyakan terkait izin operasional ojek online di Kabupaten Cianjur.

“Di Sukabumi, semua jenis Grabb dilarang. Lalu mereka lari ke Cianjur dan kami para supir angkot serta pengemudi opang yang ketiban sial akibat keberadaannya. Kalau bicara rizki, emang Allah yang ngatur. Tapi semua ada sebab akibat dan kami wajib memperjuangkannya,” tambahnya.

Dirinya berharap Pemerintah Kabupaten Cianjur segera menerbitkan larangan jasa angkutan berbasis online segera dilarang demi meminimalisir konflik horizontal akibat isi perut.

“Mudah-mudahan Pemkab Cianjur bijaksana,” tukasnya. (Ruslan Ependi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco