Opang dan Supir Angkot Geruduk Gedung Dewan

oleh
Foto: Asep Hendrayana/waktunews.com DEMO: Sejumlah pengendara ojek dan su[pir angkot demo di depan Gedung DPRD Kabupaten Cianjur menuntut dibubarkannya ojek online di Cianjur.

CIANJUR – Ratusan pengendara ojek dari Paguyuban Motor Ojek Cianjur (PMOC) dan supir angkot memenuhi gedung DPRD Kab.Cianjur meminta pemerintah dan DPRD kabupaten Cianjur menghentikan operasional ojek online dan taksi online di Cianjur, Kamis (19/04).

Dalam rilis yang dikeluarkan PMOC menyatakan bahwa kehadiran ojek online ini memicu reaksi dari berbagai lapisan masyarakat yang menggantungkan hidupnya dengan layanan ojek, seperti pengguna ojek ataupun pengendara ojek konvensional. Maraknya ojek online berdampak terhadap berkurangnya minat penggunaan ojek konvensional.

“Kemudahan yang ditawarkan oleh ojek online terkesan menenggelamkan keberadaan ojek konvensional. Para pekerja ojek konvensional pun merasa cukup dirugikan dengan kondisi tersebut,”

Lebih lanjut dalam rilis tersebut diungkapkan berkurangnya minat masyarakat terhadap penggunaan ojek konvensional mengurangi jumlah pengguna ojek konvensional yang kemudian berdampak besar terhadap pendapatan para pekerja ojek konvensional.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cianjur, Atep Hermawan mengatakan bahwa kewenangan mengenai transportasi online sepenuhnya ada di pemerintah pusat, dan pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk mengatur tentang transportasi online.

“Aspirasi dari para pengendara ojek konvensional dan pengemudi angkutan ini akan kami bawa ke pemerintah pusat minggu depan,” pungkasnya. (Asep Hendrayana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco