Angka Stunting di Cianjur Turun

oleh
Foto: Istimewa

CIANJUR – Kabupaten Cianjur menjadi salah satu daerah yang menjadi perhatian pemerintah pusat dalam penanganan stunting pada anak. Untuk diketahui, stunting merupakan persoalan di mana kondisi tinggi badan dikategorikan sangat pendek. Upaya peningkatan status gizi masyarakat termasuk penurunan prevalensi stunting menjadi prioritas.

Direktur Kemitraan Komunikasi Ditjen IKP Kementerian Kominfo, Dedet Suryanandika, menuturkan, berdasarkan data yang diterima oleh pusat pada tahun sebelumnya Kabupaten Cianjur ada sekitar 42 persen stunting. Namun di tahun ini sudah ada penurunan angka.

Dia menambahkan, dengan kegiatan Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat diharapkan agar lebih memahami serta mendapatkan dan memperkaya berbagai informasi tentang pola hidup Sehat.

“Pengetahuan yang diberikan kepada peserta diharapkan benar-benar dipahami dan disampaikan kembali secara luas minimal terhadap lingkungannya”, kata Dedet pada Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dalam penurunan Prevalensi Stunting, di Aula Sangga Buana Cipanas, Kamis (19/04/2018).

Menurutnya, untuk menekan stunting tidak hanya sosialisasi tetapi ke depan pihaknya pun akan melakukan evaluasi.

“Meskipun sudah ada penurunan, kita harapkan tidak ada lagi stunting di Kabupaten Cianjur dengan sosialisasi ini mudah-mudahan memberikan pencerahan terhadap masyarakat terkait apa itu stunting. Juga kita tidak berhenti sampai di sini nanti akan ada evaluasi dengan berbagai upaya dilakukan untuk menekan angka stunting,” terangnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kominfosantik Kabupaten Cianjur, Tedy Artiawan, mengatakan menekan angka stunting di Kabupaten Cianjur merupakan hal yang diperhatikan. Tentunya hal tersebut selalu di informasikan agar masyarakat selalu mengikuti pola hidup sehat.

“Kami berterima kasih kepada Kemenkominfo dengan sosialisasi ini tentu dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat. Saya berharap kerjasama ini dapat terus terjalin untuk ke depannya tidak hanya masalah stunting, nantinya kita akan kerjasama untuk Kelompok Informasi Masyarakat”, tuturnya.

Sosialisasi ini dilaksanakan selama satu hari dengan melibatkan masyarakat, Muspika, Dinas Kesehatan serta pihak terkait lainnya. (Asep Hendrayana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco