Kementan Siapkan Bantuan untuk Rumah Tangga Miskin Pedesaan

oleh
Foto: Ruslan Ependi/ waktunews.com,
Mentri Pertanian Amran Sulaiman, didampingi Bupati Cianjur, H. Irvan Rivano Muchtar, berinteraksi dengan para petani di Kecamatan Sukaresmi.

SUKARESMI – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Amran Sulaiman, dihadapan H. Irvan Rivano Muchtar dan Herman Suherman sebagai Bupati dan Wakil Bupati Cianjur, serta jajaran dinas terkait, memaparkan Program Bekerja, Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BKRS), dalam mengentaskan kemiskinan baik dalam jangka pendek, menengah ataupun jangka panjang, di Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur pada Senin (23/04/2018).

Untuk jangka pendek, Amran nenerangkan, tanaman sayuran bisa menjadi solusi sementara karena tiga bulan sudah bisa panen. Sedangkan untuk jangka menengah kementriannya berikan ayam dan kambing. Karena ayam misalnya sudah bisa bertelur di enam bulan.

“Sementara untuk jangka panjang tanaman keras seperti manga, salak dan lain-lain,” terangnya.

Mentri Pertanian menjelaskan, setiap rumah tangga miskin akan menerima bantuan 50 ekor ayam, 3 ekor kambing/domba, 5 ekor kelinci beserta kandang dan pakan selama 6 bulan. Selain itu, rumah tangga miskin pun mendapatkan 2 sampai 3 batang bibit pohon mangga, manggis,durian,pisang,pepaya, ataupun tanaman pohon keras lainnya seperti 2atau sampai 3 batang bibit pohon kopi, kakao, pala, lada. Dan terakhir mendapatkan 10 batang bibit tanam seperti cabai ataupun bawang merah.

“Secara khusus, Kementan telah melakukan refocusing anggaran untuk menyediakan 10 juta ekor ayam. Program Bekerja memanfaatkan pekarangan masyarakat secara intensif untuk pertanian,” jelas Amran.

Terkait efektivitas distribusi program, Amran Sulaiman menegaskan, Kementan memperhatikan agro-climate, kultur tanaman, serta keunggulan komparatif yang dimiliki oleh setiap daerah. Hal ini bertujuan agar Program Bekerja bisa mewujudkan klaster ekonomi yang fokus sehingga bisa menopang skala industri di daerah.

“Pada setiap klaster ekonomi dikembangkan usaha hulu atau awal produksi, hingga hilir atau yang biasa disebut dengan pengolahan dan pemasaran,” katanya.

Menurut Mentri Pertanian, untuk memastikan program tersebut bisa tepat sasaran, Kementan membentuk tim yang langsung turun ke lapangan untuk memantau penerapannya. Terutama pada sejumlah provinsi prioritas yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Sumsel, Lampung, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.

“Menggunakan data yang sudah ada, Kementan akan fokus pada mereka yang benar-benar membutuhkan, karena datanya sudah ada. By name, by address,” terang Amran.

Amran berharap, program ini dapat berjalan baik dengan terjalinnya sinergi berbagai pihak. Baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta stakeholders terkait. Begitu juga sejumlah Universitas, Organisasi Kepemudaan, Organisasi Keagamaan dan organisasi-organisasi lain yang fokus program pemberdayaan pertanian dan pengentasan kemiskinan juga diharapkan bisa berpartisipasi aktif. (Asep Hendrayana/ Ruslan Ependi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco