Ojek Dadakan Marak saat Angkot Mogok

oleh
Foto: Ruslan Ependi/waktunews.com
Jalanan yang sepi akibat aksi mogok supir Angkot dimanfaatkan warga alih profesi jadi ojek dadakan.

CIANJUR – Aksi mogok yang dilakukan oleh Angkutan Kota (Angkot) di Kabupaten Cianjur dianggap berkah tersendiri oleh sebagian orang yang memanfaatkannya untuk jadi tukang ojek dadakan.

Salah satunya sebut saja Kumbang yang profesi asalnya setiap siang hari dirinya mangkal sebagai penarik becak, kini selama dua hari alih profesi sebagai tukang ojek.

“Hasilnya lamayan kang,” ucapnya.

Kumbang mengaku, selama aksi mogok supir angkot, dalam sehari dirinya mendapatkan 100 hingga 150 ribu rupiah dari hasil mengojek.

“Kalau narik becak, paling dapat cuma 30 ribu rupiah sehari penuh,” ungkapnya.

Kumbang yang warga Kelurahan Solokpandan ini merasa tidak habis pikir dengan aksi mogok para supir angkot. hal ini menyangkut kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya.

“Kalau mereka mogok, lalu kebutuhan dapur dan jajan anaknya ditanggung sama yang nyuruh mogok sih tidak apa-apa. Kalau tidak, kasihan juga,” katanya.

Kumbang berharap, aksi mogok jalan ini segera diakhiri. Dirinya merasa tidak enak hati memanfaatkan keadaan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Selain itu, dirinya merasa kasihan sama ibu-ibu yang mau kepasar, atau anak-anak yang hendak berangkat sekolah harus jalan kaki dengan jarak yang cukup jauh.

“Kalau saya orang mampu, tidak mungkin saya jadi tukang ojek dadakan. Saya juga kan di tuntut oleh kebutuhan hidup keluarga,” pungkasnya. (Ruslan Ependi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco