KSB Pertama dibentuk di Desa Batulawang

oleh
Foto: Farhan Muhammad Ridwan/ waktunews.com,
Antosifasi: Desa Batulawang yang sering tertimpa bencana alam dipilih menjadi KSB pertama, dengan harapan mampu mengantisifasi bencana yang akan tibul dikemudian hari.

 CIPANAS – Desa Batulawang Kecamatan Cipanas ditunjuk sebagai Kampung Siaga Bencana (KSB) oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Tim Tagana bersama Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat pun langsung terjun ke lapangan memberikan pembinaan Kamis (03/05/2018).

Staff Bagian Kebencanaan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Dalili menjelaskan, penunjukan Desa Batulawang sebagai KSB yang pertama, karena berada pada titik daerah rawan bencana. Dan pembinaan ini sebagai langkah antisipasi warga agar siap menghadapi bencana alam yang memang bisa terjadi kapan saja. Sehingga diperlukan berbagai pembinaan pelatihan disampaikan kepada masyarakat.

“Bencana gempa bumi, tanah longsor dan banjir bisa terjadi tanpa diprediksi. Sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan. Terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana,” ujarnya.

Dalili yang ditemani Ceceng Suryana sebagai perwakilan Tim Tagana Cianjur ini menerangkan, walaupun pelatihannya bersifat tahap dasar, minimal masyarakat mengetahui ilmu dan prakteknya ketika terjadi bencana. Pelatihan sendiri melibatkan 60 orang setiap desa dalam tiga hari pelaksanaan.

“Harapannya agar masyarakat mengetahui, harus berbuat seperti apa saat terjadi  bencana. Dalam prakteknya nanti, akan ada beberapa cluster yang disiapkan, yakni ruang ramah anak, kesehatan, shelter, dan dapur umum,” terangnya.

Sementara Kepala Desa (Kades) Batulawang, Nanang Rohaendi menyambut positif dengan  dibentuknya Kampung Siaga Bencana di Desa Batulawang. “Pelatihan ini banyak manfaatnya bagi kami,” katanya.

Pihaknya pun kini terus melakukan penyuluhan tetang daerah rawan erosi dan daerah rawan longsor kepada warga. Upaya ini dilakukan mengingat  bencana alam yang kerap terjadi di Batulawang. Selain penyuluhan, warga pun sempat diajak langsung dalam gerakan Batulawang menanam. Diharapakan upaya ini bisa mengatasi terjadinya bencana alam di daerah Batulawang.

“Kami kini tengah konsentrasi mengantisipasi bencana. Diharapkan upaya ini bisa  memberikan ilmu dan meningkatkan kesadaran masyarakat,” tukasnya. (Farhaan Muhammad Ridwan)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco