Giliran MDS RA Cianjur Bereaksi terhadap Rencana Demonstrasi

oleh
KH. Cepy Hibbatullah, Ketua MDS Rijalul Ansor Cianjur menyayangkan adab atau etika pimpinan oposisi terhadap Bupati yang mengakali tandatangan Rois Suriah PC NU Cianjur untuk kepentingannya sendiri.

CIANJUR – Rencana aksi demontrasi yang akan dilakukan oleh kelompok oposan terhadap Bupati Cianjur mulai menuai reaksi dari berbagai kalangan.

Hal akibat dari dugaan diakalinya tandatangan ulama sepuh yang sangat dihormati kalangan warga NU oleh seorang pentolan oposan, pencatutan 350 Kades Cianjur hingga menyertakan organisasi Hidzbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sudah dibubarkan pemerintah pusat.

KH. Cepy Hibbatullah, Pimpinan Pondok Pesantren Hibbatussadiyyah Nagrak, yang juga Ketua Madjlis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Cianjur beranggapan, apa yang dilakukan oleh pimpinan oposan tersebut, dengan dugaan kuat, mengakali tandatangan Rois Syuriyah PC NU Cianjur yang dikatakannya untuk mengundang ulama berkaitan dirinya yang disemprot Ketua MUI atas ucapannya saat demo pertama, lalu ternyata memanfaakan sudah berkurangnya penglihatan KH. Koko Abdul Qodir Rozi dengan menyodorkan kertas lain yang isinya undangan berdemo terhadap Bupati adalah diluar adab seorang pemimpin ummat.

“Luar biasa, berani-beraninya melakukan perbuatan itu pada orang tua kami,” ucapnya menyesalkan.

Dirinya juga mempertanyakan adanya stempel PC NU yang juga terbubuh dalam undangan demo palsu tersebut. Hal ini dikarenakan stempel adalah barang privat yang harus dimiliki dan disimpan rapat-rapat oleh pengurus dengan jabatan tertentu.

“Bagaimana bisa cap stempel NU itu bisa terbubuh juga ? Bagaimana proses pembubuhannya ? Ini harus dituntaskan agar tidak menjadi fitnah diantara keluarga besar NU Cianjur,” ucapnya.

Kalau caranya seperti ini, lanjutnya, seluruh jajaran MDS Rijalul Ansor Cianjur, jadi tidak simpatik atas apa yang dibawa oleh para oposan Bupati itu. MDS Rijalul Ansor yang asalnya fasiv dengan isu politik, karena sibuk dengan agenda Dirosah Ula yang akan dilaksanakan Tanggal 5 – 6 Mei nanti. Tapi dengan adanya peristiwa ini, terpaksa harus disikapi juga.

“Ustad yang kemarin diduga menyalahgunakan tandatangan KH. Koko Abdul Qodir Rozi, diharapkan tabayun kembali, lalu buat pernyataan secara tertulis dan terbuka,” pungkasnya. (Ruslan Ependi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco