Dugaan Manipulasi Paraf Rois Syuriyah Disikapi Banom NU Cianjur

oleh

Foto: Ruslan Ependi/ waktunews.com.
Tabayun: Banom NU yang terdiri PC GP Ansor Cianjur, Satkocab Banser serta MDS Rijalul Ansor meminta Ustad Umar mengklarifikasi atau tabayun ke Rois Syuriyah PC NU Cianjur atas proses pembubuhan tandatangan ajakan demonstrasi Komat.CIANJUR – Dugaan manupulasi proses penandatanganan ajakan demonstrasi Koalisi Ulama dan Ummat (Komat) terhadap Rois Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cianjur, mendapatkan reaksi keras dari Badan Otonom (Banom) NU seperti Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor), Satuan Koordinator Cabang Barisan Ansor Serbaguna (Satkorcab Banser) serta Madjlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (MDS RA) Kabupaten Cianjur.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Cianjur, Dedi Suherli menyayangkan apa yang dilakukan oleh Ustad Umar Burhanuddin dan rekannya dalam dugaan mengakali pembubuhan tandatangan KH. Koko Abdul Kodir Rozi untuk kepentingan kelompok Komat mengajak masyarakat Cianjur melakukan demonstrasi menuntut Bupati Cianjur mundur.

“Kenapa ini dilakukan oleh sekelas Ustad pimpinan sebuah Pesantren ? Rois Syuriyah PC NU itu orang tua yang sangat kami jaga wibawanya,” ucapnya.

Dedi meminta kepada Ustad Umar Burhanudin, walaupun berbeda organisasi, tapi sebagai sesama muslim, sebagai sesama pimpinan Pondok Pesantren, untuk segera sowan kembali ke rumah KH. Koko Abdul Kodir Rozi untuk bertabayun.

“Setelah itu buat pernyataan secara terbuka. Biar umat merasa lega,” katanya.

Kekesalannya ini, akibat dilayangkannya Surat serta video Klarifikasi dari KH. Koko Abdul Kodir Rozi pertanggal 4 Mei 2018, yang merasa tandatangannya disalahgunakan oleh Ustad Umar yang datang ke rumahnya disertai seorang ASN.

Dedi yang juga Anggota DPRD Cianjur ini menjelaskan, dalam pernyataan tersebut. Pada poin satu disebutkan, Ustad Umar datang, mengemukakan hendak mengundang para Ulama NU. Hal berkaitan dengan dirinya yang ditegur oleh Ketua MUI Cianjur KHR. Abdul Halim, atas prilaku dan ucapannya saat demonstrasi beberapa hari lalu, yang menurut pandangan Ketua MUI tidak mencerminkan adab seorang Ustad. Setelah itu, lalu pihak dari Ustad Umar menyodorkan lembaran untuk ditandatangani oleh KH. Koko Abdul Kodir Rozi.

“Rois Syuriyah kami itu sudah sepuh, penglihatannya sudah berkurang. Dugaan saya, itu yang dimanfaatkan oleh mereka hingga bukan undangan tabayun soal ditegurnya Ustad Umar oleh Ketua MUI yang disodorkan. Tapi lembaran ajakan demo turunkan Bupati Cianjur,” sungutnya.

Kalau mau Amar Ma’ruf Nahyi Munkar, lanjut Dedi, silahkan. Tapi pakailah cara yang ma’ruf juga bukan dengan cara yang mun’kar. Mengakali berkurangnya penglihatan orang tua kami itu jelas cara yang mungkar.

“Sekali lagi, silahkan Ustad Umar sowan kembali ke Rois Syuriyah PC NU, dan buatlah pernyataan secara terbuka atas peristiwa ini,” tutup Dedi. (Ruslan Ependi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco