Alumni PC PMII Cianjur Ikut Bela Ulama Sepuh

oleh
Foto: Ruslan Ependi/ waktunews.com, Galih Widyaswara, alumni ativis PC PMII Cianjur tegaskan sikapnya agar siapapun jangan menyeret ulama kharismatik Cianjur dalam pusaran politik praktis.

CIANJUR – Alumni Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Cianjur, Galih Widyaswara ingatkan kelompok manapun agar tidak melibatkan ulama sepuh dalam konflik politik.

Galih menegaskan, PMII adalah Badan Otonom dari Nahdlatul Ulama. Sebagai mana seorang anak, PMII tidak mau orang tua yang sangat di hormati, dijunjung dan dijaga martabatnya diseret-seret kedalam urusan konflik kepentingan sesaat.

“Jiwa serta semangat juang PMII tidak akan hilang walau sudah alumni. Makanya, saya akan lawan siapapun yang menyeret ulama sepuh kami untuk kepentingan sesaat. Siapapun itu,” tegas Galih.

Menurutnya, mengkritisi pemerintah adalah hak bagi setiap warga negara Indonesia. Hal ini juga sering dilakukan oleh dirinya, ataupun sahabat-sahabatnya yang masih aktif di PMII secara organisasi. Semuanya atas idealisme demi meningkatkan kinerja pemerintah, hingga maksimal melakukan pelayanan terhadap masyarakat.

“Kritisilah dengan cinta kasih bukan dengan ego, hawa nafsu ataupun ambisi demi kepentingan pribadi, kelompok, partai atau golongan tertentu,” ujarnya.

Menyangkut bantahan terjadinya manipulasi tandatangan Rois Syuriyah PC NU Kabupaten Cianjur, KH. Abdul Qodir Rozi, lanjut Galih, oleh salah seorang pentolan oposisi yang akan berdemo lagi tanggal 9 Mei nanti, tidak masuk pada pokok perkara. Hal ini disebabkan video klarifikasi oleh keluarga besar Mama Al Barkah (KH. Abdul Qodir Rozi), bahwa persoalannya adalah pada proses pemberian kertas yang akan ditanda tangani beliau. Buka pada apa yang di ucapkan Ustad Umar hingga dua kali dibacakannya.

“Pendengaran Mama, walaupun sudah sepuh mungkin tidak bermasalah. Permasalahan ada pada sudah berkurangnya pengeliatan beliau. Yang dibacakan atau dibicarakan adalah A, tapi kertas yang disodorkan untuk ditandatangani, yang diberikan B. Itu,” tutupnya. (Ruslan Ependi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco