KCA Dukung Bupati Cianjur Bangun Monumen Islami

oleh

 

Foto: Ruslan Ependi/ waktunews.com,
Komisioner KCA, Ustad Abdul Muis mendukung langkah Bupati Cianjur membangun monumen bernuansa Islam yang mencerminkan wajah Cianjur sebagai Kota Santri.

WARUNGKONDANG – Komite Cianjur Agamis (KCA) menyayangkan anggapan sebagian masyarakat bahwa pembangunan kalighrafi dan monumen monumen Islami dianggap sebagai pemborosan anggaran APBD, (06/05/2018).

Komisioner KCA, Ustad Abdul Muis berpendapat, visualisasi simbol Islam dalam ornamen dan arsitektur bangunan adalah salah satu ciri kemajuan peradaban Islam yang biasa diketahui dari situs-situs bangunan bersejarah yang berdiri kokoh sampai hari ini seperti, Masjid ataupun gedung lainnya.

“Kemungkinannya, mereka adalah kalangan Islam fobia yang takut dengan kebangkitan umat Islam, dengan dalih pemborosan APBD,” katanya.

Menurutnya, visualisasi tugu tersebut menjadi ciri khas tertentu bagi eksistensi Kabupaten Cianjur sebagai kota santri. Sehingga kedepannya, mampu menguatkan perjuangan para santri untuk menghiasi kehidupan sosial di Cianjur yang telah dibangun oleh para ulama terdahulu.

“Tugu-tugu tersebut dibangun berdasarkan kajian kearifan lokal dengan nilai filosofinya. Dan ada hubungannya dengan kesejarahan Islam di Cianjur,” ucap Ustad. Abdul Muis.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Musyarofah, Warungkondang ini menuturkan, sekiranya ada kesalahan dalam bentuk diorama fisik pada tugu-tugu tersebut, hal itu lebih pada teknis pembangunan. Tapi tidak layak dijadikan alasan menyerang Bupati dengan tuduhan dan fitnah penyalahgunaan anggaran.

“Kepada kelompok masyarakat yang kontra dengan pembangunan tugu-tugu tersebut, silahkan buat naskah akademik sebagai argumentasi yang bisa dijadikan solusi,” tuturnya.

Ustad. Abdul Muis mengakui, ide ide KCA tentang desain tugu-tugu tersebut telah banyak diterima oleh Bupati Cianjur. Bahkan, beberapa bentuk tugu yang semula dianggap tidak sesuai dengan nilai kedaerahan ataupu tidak Islami, didesain ulang oleh KCA sehingga bisa dibangun kembali dengan baik. Apalagi dalam waktu dekat, akan dibangun lagi Tugu Cianjur Kota Santri yang dioramanya terdiri dari kitab kuning, pena, tinta gentur serta yang lainnya.

“Siapa kiranya yang mau menolak pembangunan tugu ini. Seakan akan menafikan Cianjur sebagai kota santri,” pungkasnya. (Ruslan Ependi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco