Maklumat MDS Rijalul Ansor atas Situasi Politik Cianjur

oleh

 

Foto: Ruslan Ependi/ waktunews.com
Wejangan: KH. Koko Abdul Kodir Rozi, Rois Syuriyah PC NU Kabupaten Cianjur saat memberikan wejangan kepada para kader PC. GP. Ansor dan jajaran PC MDS. Rijalul Ansor pada kegiatan Dirosah Ula ke 1 di Ponpes Al Musyarofah. Nampak Anggota DPR RI H. Deding Ishak pun menyempatkan hadir dalam acara tersebut.

Warungkondang – Pengurus Cabang Madjlis Dzikir dan Sholawat (PC MDS) Rijalul Ansor Kabupaten Cianjur, sebagai badan semi otonom dari Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Cianjur, mengeluarkan maklumat berupa pernyataan sikap serta tausiah setelah selesai melaksanakan acara Dirosah Ulah yang pertama, di Pondok Pesantren Al Musyarofah Kecamatan Warungkondang, (06/05/2018).

KH. Cepy Hibbatullah, sebagai Ketua PC MDS Rijalul Ansor Cianjur menerangkan, maklumat tersebut dianggap perlu dikularkan, mengingat situasi Cianjur yang semakin menghangat akibat gesekan politik sejak aksi demontrasi kaum oposan pada 28 April 2018 lalu. Bahkan keadaan semakin panas setelah tersebarnya video klarifikasi dari KH. Koko Abdul Qidir Rozi sebagai Rois Suriah PC Nahdlatul Ulama Cianjur soal tandatangannya yang merasa diakali oleh pimpinan oposan yang berencana akan kembali menggelar demontrasi tanggal 9 Mei mendatang.

Kyai lulusan Ponpes Al Musri Ciranjang, Ponpes Lasem Jateng dan Madinah itu menjelaskan, Dalam maklumatnya, PC MDS Rijalul Ansor Cianjur meminta agar 1. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur membangun komunikasi intensif dengan semua kalangan  demi kemaslahatan umat, 2. Mendorong dan mendukung peningkatan pembangunan semua sektor di wilayah Cianjur baik infrasruktur, pendidikan, keagamaan, sosial budaya dll, 3. Adanya transparansi anggaran setiap kegiatan dalam penganggaran alokasi APBD.

”Itu untuk pihak Pemkab Cianjur,” jelasnya.

PC MDS Rijalul Ansor Cianjur yang diisi kalangan ulama muda NU inipun, lanjutnya,  mengeluarkan tausiahnya kepada masyarakat supaya 1. Jangan mudah terprofokasi dengan issue yang berkembang, baik hasutan apalagi ujaran kebencian terhadap pemimpin dan kedepankan tabayyun agar menjadi keadaan kondusif, 2. Menguatkan rasa aman, nyaman dan perdaudaraan ditengah warga dengan tidak ikut dalam aksi aksi yang menuntut pemakzulan terhadap Bupati Cianjur.

“Dan yang selanjutnya, semua pihak agar mempercayakan semua proses penyelesaian masalah ini kepada institusi yang berwenang. Baik itu DPRD Cianjur ataupun penegak hukum,” tambahnya.

Sedangkan Ketua Panitia Dirosah Ula PC MDS Rijalul Ansor yang sekaligus pengasuh Ponpes Al Musyarofah, KH. Abdul Muin mengintuksikan kepada para anggota serta pengurus PC MDS Rijalul Ansor Cianjur, supaya bijak dalam bersikap dan bertindak, dengan tetap menjalankan kewajiban sebagai dai muda NU. Lalu para kader wajib mendukung program-program Bupati Cianjur yang maslahat serta bermanfaat bagi ummat. Dan mendoakan para pemimpin agar bersikap adil dan bijaksana untuk menciptakan kondusifitas kehidupan warga.

“Apa yang dibacakan Ketua dan saya adalah isi maklumat berupanya. Persoalan dugaan kuat manipulasi tandatangan ulama sepuh kami, yakni KH. Koko Abdul Qodir Rozi selaku Rois Syuriyah PC NU Kabupaten Cianjur, kami tentu protes keras,” tutupnya. (Ruslan Ependi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco