Front Sugih Mukti Nyatakan Hoaks kelompok Anti Bupati adalah Narasi Bodoh

oleh
Foto: Ruslan Ependi/ waktunews.com,
Koordinator Front Sugih Mukti, Yudi Junadi menyerahkan domain Hak Angket Ke DPRD dan menyerahkan kasus penyebaran hoaks dari kelompok anti Bupati kepada Kapolres Cianjur. Pihaknya hanya ingin kebaikan yang terjadi tidak tercampur berita bohong yang bisa meresahkan masyarakat luas.

CIANJUR – Perwakilan kelompok massa pendukung Bupati Cianjur yang mengatasnamakan Front Sugih Mukti, datang dengan sekitar 7 ribuan massa dari berbagai pelosok Kabupaten Cianjur ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur, (09/05/2018).

Kedatangan mereka didominasi oleh para kader dari Organisasi Kepemudaan (OKP), Ormas Pemuda, Kalangan Pondok Pesantren serta masyarakat desa, yang seakan ingin menunjukan bahwa masyarakat Cianjur itu mencintai Bupatinya. Jauh dari yang digembar gemborkan selama ini.

Yudi Junadi, Saep Lukman, Hj. Leny Maulai, Iwan Rio, Ustad Deni Saepurohman, Kang Eyang, Bintang serta Daseng yang berperan sebagai perwakilan Front Sugih Mukti, disertai para pentolan Ormas Pemuda Pancasila, Laskar Merah Putih, Karang Taruna, Sunda Wani, Komunitas Maung Bodas dan masyarakat umum, diterima di Ruang Lobi Atas Gedung DPRD Kabupaten Cianjur oleh Anggota Dewan dari Praksi Gerindra Sahli Saidi serta Anggota Dewan dari Praksi Hanura Ence Deni Nuryadi.

Yudi Junadi menyatakan pihaknya tidak akan pernah menghentikan siapapun yang mengkritisi Bupati Cianjur, selama yang dibawanya adalah benar dan untuk memajukan kondisi Kabupaten Cianjur sendiri. Bukan berita bohong, hoaks apalagu fitnah. Dan bagusnya, bila semua argumen yang dibawa mereka yang anti Bupati tersebut hasil dari kajian keilmuan yang jelas.

“Misalnya, bisa saja mereka berkeyakinan bahwa siang hari itu gelap. Tapi apakah argument tersebut sesuai fakta dilapangan ?” ujar Yudi beranalogi.

Menurut Yudi, salah satu bukti dari perbuatan hoaks yang dibawa oleh sahabat-sahabat yang anti Bupati, menyatakan demontrasi mereka hari ini akan disertai oleh massa dari Hidzbut Tahrir Indonesia (HTI). Disini Yudi menyitir hasil Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang menolak gugatan HTI yang dibubarkan pemerintahan sekarang ini. HTI itu sudah tidak ada, sudah dibubarkan. Belum lagi hoaks yang mereka lancarkan perihal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak menyentuh Bupati Cianjur karena takut pada Jaksa Agung. Dan Jaksa Agung dari Partai Nasdem, lalu disangkut pautkan dengan ayahanda Pak Bupati yang juga Ketua DPD Partai Nasdem Cianjur.

“Ini narasi yang bodoh dan tidak waras. Dan hoaks yang mereka lakukan wajib tangani serius oleh Bu Kapolres,” ungkapnya dihadapan dua Anggota Dewan serta Kapolres dan Dandim Cianjur.

Dialog kedua yang diterima Dewan inipun berjalan nyantai dengan safe Lukman yang berperan mengatur alur komunikasi dua arah. (Ruslan Ependi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco