Masyarakat Cikancana Keluhkan Pencemaran Lingkungan Akibat Galian Pasir

oleh
Foto: Ruslan Ependi/ waktunews.com,
Aang Bayan menunjukan kualitas air di kolam ikannya yang berwarna coklat pekat. Kolam tersebut juga mengalami pendangkalan akibat sendimen lumpun yang dikirim oleh galian pasir di wilayahnya.

GEKBRONG – Masyarakat Kampung Cibeleng Hilir RT. 4, 3 dan 2 RW.01 Desa Cikancana Kecamatan Gekbrong, Cianjur mengeluhkan kualitas air yang tercemar oleh kegiatan galian pasir, (13/05/2018).

Aang Saeful Bayan, salah seorang tokoh masyarakat Kampung Cibeleng mengutarakan, limbah galian pasir yang ada di Kecamatan Gekbrong membuat warna air menjadi coklat pekat. Akibatnya, kesulutan untuk menggunakan air tersebut untuk keperluan sehari-hari.

“Airnya sangat sulit digunakan,” katanya.

Sungai Utama di Desa Cikancana Kecamatan Gekbrong tercemar limbah galian pasir. Akibatnya, masyrakat sekitar kesulitan memanfaatkannya untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Aang Bayan, sapaan akrabnya, menerangkan, limbah tersebut mengotori aliran sungai utama yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat. Pendangkalan kolam ikan, susah nyuci ataupun susahnya menanak nasi adalah sebagaian kecil dari akibat limbah itu.

“Sumurpun begitu juga. Terutama yang dekat dengan sungai atau lokasi galian pasir,” terangnya.

Menurutnya, sebisa mungkin galian pasir tersebut dihentikan saja demi kemaslahatan masyarakat sekitar. Ataupun kalau memang tidak mungkin, pihak perusahaan wajib menyalurkan Coorporate Social Responsbility (CSR) kepada masyarakat untuk dipergunakan membangun MCK ataupun memperbaiki selokan.

“Yang jelas, kami sangat terganggu sekali dengan keberadaan galian pasir di lingkungan ini. Hendaknya pihak Pemprov Jabar mengevaluasi ijin kegiatannya,” pungkasnya. (Ruslan Ependi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco