PMII Cianjur Mengutuk Aksi Terosime Atasnama Apapun

oleh

 

Foto: Asep Hendrayana/ waktunews.com,
Lilin kemanusiaan yang dinyalakan Banom NU, PC PMII Kabupaten Cianjur sebagai tanda berkabung sekaligus sinyal tidak takutnya mereka dengan aksi-aksi terorisme yang dilancarkan kaum Takfiri saat ini.

CIANJUR –  Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Cianjur, gelar malam seribu lilin sebagai simbol perlawanan terhadap teror dan terorisme di Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lapangan parkir Citymall. Selasa (15/05/2018).

Ketua PC PMII Kabupaten Cianjur, Sopwanudin mengatakan, bahwa PC PMII Cianjur mengutuk keras aksi teror yang dilakukan oleh sekelompok orang mengatasnamakan agama, lantaran hal tersebut sangat keji dan tidak berkeprikemanusiaan. Kelompok manusia bejat moral yang suka menebar teror itu hanya sekelompok kecil yang tidak memiliki pemahaman agama yang konfrehensif dan salah dalam memaknai jihad.

“Mayoritas, mereka dari kelompok bermanhaj Takfiri yang kerjaannya mengkafirkan orang Islam,” ungkap dia.

Pria yang akrab di sapa Kang Sopwan itu, membedakan faham agama teroris dengan ajaran faham Islam yang dibawa oleh para Walliyullah atau Walisongo yang berdakwah dengan kelembutan dan mampu mengejawantahkan sifat Allah Yang Maha Rohman serta Maha Rohim.

“Walisongo mampu mengislamkan orang kafir dengan cara dakwah pelan pelan, hingga masyarakat Nusantara 90% menjadi muslim. Sedangkan kelompok Takfiri Cuma mampu mengkafir – kafirkan orang yang sudah Islam sejak lahir,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Kang Sopwan, PMII selaku kelompok Nahdliyin dikalangan mahasiswa, sangat mengutuk keras adanya dakwah dengan cara – cara tidak manusiawi yang mengedepankan kekerasan (radikalisme). Karena hal ini sangat bertentangan dengan ajaran Islam Ahlusunnah Waljamaah Annahdliyah secara keseluruhan.

“NU mengajarkan kita agar berdakwah dengan tuturkata yang baik (Mauidzotul hasanah) dan contoh-contoh yang baik (Uswatun hasanah), karena Islam sesungguhnya agama perdamaian yang menebar kedamaian untuk seluruh alam atau (rahmatalil alamin) bukan rahmatan lilmuslimin saja,” tuturnya.

Menurutnya, PC PMII Kabupaten Cianjur selama ini terus berupaya secara intens melakukan kaderisasi dikampus-kampus dengan menekankan nilai-nilai Islam Ahlusunnah Waljamaah, yang mengedepankan kesantunan dalam berdakwah dan menjadi jalan tengah dan pencerah ditengah maraknya faham yang mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“PMII hadir dikampus – kampus dengan kegiatan kajian intelektual supaya mahasiswa tidak terjangkit pemahaman – pemahaman radikalisme. PMII Cianjur juga mendukung penuh kerja – kerja pihak kepolisian. Dan Kami secara tegas dan lantang nyatakan tidak takut dengan aksi teror kaum Takfiri itu,” pungkasnya. (Asep Hendrayana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco